Wednesday, June 29, 2016

Tips & Trick Mudik Cerdas. Aman, Nyaman, dan Efisien


Ahhh, tak terasa sebentar lagi lebaran ya. Itu artinya akan ada orang - orang yang pulang ke kampungnya masing - masing untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Mungkin mudik adalah kegiatan paling menyenangkan dalam perjalanan kehidupan satu tahun kita. Setelah bahagia menerima gaji ke-13 (hahahhaahah),  rasanya ngga mudik kok ngga lengkap.

Tapi gimana nih sama yang ngga mudik? Ya, yang ngga ikutan mudik silahkan puas - puasin menikmati kota Jakarta tanpa macet, karena kali ini aku mau bahas yang mudik aja hahahhahaha.

Aku tidak merayakan lebaran, tapi aku juga merasakan kebahagiaan dan kemacetan arus mudik tahun lalu hihihihi, tahun ini ngga tau deh akan mudik lagi apa ngga. Kok bisa? Ya bisalah, wong aku ikutan mudik. Mudik bukan ke kampung sendiri sih, tapi mudik ke kampung saudara yang di Sumedang.

Sejauh yang aku ingat adalah kami lewat tol, aku tidur pulas sepanjang jalan, bangun - bangun kami sudah berada di Rest Area, papa lurusin pinggang dulu, jajan di mini market, lalu makan Gulai Kikil yang SUPER MAHAL (Rp. 40.000,-/piring kecil!) dan macet - macetan berkilo - kilo meter sebelum pintu keluar tol yang menuju Sumedang.

Aku yang jadi penumpang saja rasanya dah lelah, kepanasan (walaupun pake AC), dan bosen ngga ketulungan, lantas bagaimana papa sebagai pengemudi, dan juga pemudik - pemudik lainnya yang mungkin ngga senyaman aku ya? Ah, mudik ternyata ngga segampang itu, banyak hal yang harus kita perhatikan sebelum mudik.

Aku beruntung bisa dapat ilmu dari Bapak Ir. FX Sony Susmana yang adalah seorang Safety Difensive Consultan Indonesia. Beliau juga pernah menjadi Senior Traineer Sentul Safe Driving, Did's, Drift & Slalom, IDDC, ORD Training Center, dll.


Kali ini aku akan sharing ke kamu tentang apa aja sih yang harus diperhatikan ketika kita mau mudik, agar mudik kita aman, nyaman, dan kita sampai di tujuan dengan selamat dan kembali juga dengan selamat.


Tema yang diangkat adalah "Mudik Cerdas", dan yang akan dibahas adalah mudik dengan menggunakan jalur darat. Meskipun sebenarnya Bapak Sony Susmana menyarankan untuk mudik cerdas itu menggunakan jalur udara atau lewat laut (mudik menggunakan jalur darat dinilai lebih bahaya karena semua orang berbondong - bondong lewat jalur darat), tapi Bapak Sony punya solusi cerdasnya untuk kamu yang mau mudik lewat jalur darat (menggunakan mobil) dengan selamat, aman, nyaman, dan efisien. 


Ada tiga hal yang harus diperhatikan sebelum mudik, diantaranya :

1. KEAMANAN

Kondisi Pengemudi
Perhatikan kondisi pengemudi saat akan mudik. 2 jam adalah toleransi batas maksimal seseorang mengemudi untuk menghindari kecelakaan. Seorang pengemudi yang mengalami fatique (kelelahan) berpotensi mengakibatkan kecelakaan.

Microsleep sering dialami oleh pengemudi saat mudik. Microsleep adalah lelah dan ngantuk yang berlebihan dan biasanya terjadi saat kendaraan melaju dengan cepat pada track lurus yang membosankan (tol, dsb). Sebaiknya perjalanan diselingi dengan waktu istirahat antara 30 - 60 menit.


Kondisi Mobil
Lakukan sevice lengkap pada mobil kamu sebelum pergi mudik. Pastikan mobil dalam keadaan layak untuk digunakan. Cek dan ganti oli kendaraan kamu, cek kondisi mesin mobil, cek kondisi kipas, AC, dsb.

Kondisi Ban
Kondisi pecah ban adalah salah satu penyumbang kecelakaan terbesar. Sebaiknya keempat ban mobil diganti sebelum melakukan perjalanan mudik. Jika terpaksa harus mengganti hanya 2 ban saja, maka penempatan ban baru itu sebaiknya pada bagian belakang. karena ban pada bagian depan masih dibantu dengan stir. Perhatikan kondisi angin pada ban kamu, biasanya orang - orang menggunakan nitrogen agar lebih stabil dan aman.

Peletakan Barang
Banyak orang yang dengan santainya meletakkan banyak barang bawaan pada bagian atap kendaraan, tanpa sadar kalau dengan demikian maka mobil menjadi tidak seimbang. Mobil memiliki center of grafity yang harus diperhatikan, diantaranya pitching, body roll, body towing, dan body bouncing.

Meletakkan barang diatas atas diperbolehkan dengan menggunakan roof rack yang sesuai dengan ukuran mobil, dan perhatikan kapasitasnya. Sebaiknya roof rack diisi dengan baju - baju yang sudah dikemas khusus dalam plastik atau tas - tas kecil (seperti gambar diatas).



2. KENYAMANAN
Sebelum melakukan perjalanan mudik, rencanakan perjalanan kamu. Buat tim kecil yang akan saling membantu saat perjalanan mudik. Jika kamu mudik bersama suami dan anak - anak, maka bagi tugas untuk masing - masing anggota keluarga.


Misalnya suami sebagai pengemudi, istri sebagai navigator. Peran dari navigator sangatlah penting, diantaranya memperhatikan jalan, mencari rute, membantu pengemudi saat ingin minum, dll. Navigator juga harus bisa mengingatkan pengemudi untuk beristirahat jika dirasa pengemudi sudah tidak nyaman atau capek. Hal tersebut akan sangat membantu pengemudi untuk bisa mengemudi dengan baik dan aman.



3. EFISIEN
Semua orang akan memilih jalur tol, akibatnya tol penuh dengan pemudik dan jadinya macet. Maksimalkan aplikasi Maps pada smartphone kamu untuk mencari "jalan tikus", karena sebenarnya banyak jalan alternatif yang disediakan oleh pemerintah daerah untuk memperlancar arus mudik.



Selain ketiga hal diatas, waspadai juga berbagai macam bahaya yang sering terjadi saat mudik, diantaranya :

1. FATIQUE
Dibutuhkan stamina yang prima untuk mengemudi dengan selamat sampai tujuan. Dengan istirahat yang cukup, pengemudi mampu fokus dan konsentrasi dalam menjalankan tugasnya. Jangan pernah berpikir "tanggung" atau "sebentar lagi" bahkan mengandalkan minuman berenergi.

Tidur cukup selama 6 - 7 jam sebelum mengemudi. Istirahat teratur setelah 2 - 4 jam mengemudi selama (minimal) 15 - 30 menit sebelum melanjutkan perjalanan. Apabila merasa kurang sehat, maka urungkan niat untuk mengemudi.

2. PECAH BAN
Rawat kondisi ban kendaraan sebelum digunakan untuk mudik. Kontrol tekanan angin ban sesuai dengan ketentuan pabrikan. Sesuaikan juga beban dengan kemampuan ban, kuasai teknik safety driving, mengemudi dengan siap dan santai sesuai dengan peraturan berlalu lintas.

3. KERUSAKAN YANG MENGHAMBAT
Persiapkan peralatan yang harus dibawa jika ada sesuatu yang terjadi. Dongkrak, wheel spin yang sesuai dengan baut roda, senter, sekring, pemadam api, kotak P3K, segitiga pengaman, air radiator, dll.

4. TABRAKAN BERUNTUN
Kondisi infrastruktur jalan, marka, penerangan, trotoar di jalur yang kamu lalui bisa saja minim. Jangan pernah berfikir kalau mengemudi yang lain memiliki kemampuan, kewaspadaan, ketrampilan yang sama dengan kamu. Jaga jarak aman. Gunakan metode 4 detik, semakin jauh, pengemudi memiliki ruang, waktu dan reaksi yang benar,

5. EMOSI
Nah, ini yang sulit ya hahahahha. Apalagi kalau pengemudi lain ngga lebih mahir dari kamu, sementara untuk perjalanan mudik sebaiknya kamu menjaga emosi. Dibutuhkan emosi yang stabil untuk mengambil keputusan dan merespon pengemudi lain dengan baik. Perhatikan juga sopan santun (etika) dalam mengemudi, parkir, dll agar mudik lebih menyenangkan.

6. TERSESAT
Seorang pengemudi dituntut lebih siap dalam menghadapi segala kondisi. Lakukan dengan hati - hati dan waspada dan ikuti rambu - rambu lalu lintas yang ada. Siapkan GPS (dan kuotanya ya), pelajari rute jalan, dan jangan malu bertanya. Bertanya dengan sopan dan selalu berterima kasih.

7. SLIP / TERGELINCIR
Pengemudi wajib memahami gejala yang timbul dari kendaraan yang bergerak seperti roll, pitch, yaw, dan under/oversteer. Dengan memahami gelaja tersebut diharapkan proses kontrol kendaraan menjadi sempurna sehingga resiko kecelakaan bisa ditekan. Kenali batas kemampuan kendaraan kamu, jangan pernah mengemudi melewati batas kemampuan kendaraan kamu karena akan sangat berbahaya bagi kamu dan juga membahayakan orang lain.

Sat hal lagi yang disampaikan mas Sony adalah tentang safety belt. Selalu gunakan safety belt selama berkendara, Ini berlaku untuk semua penumpang di bagian belakang juga loh ya, dan please please please jangan pernah membawa anak - anak untuk duduk bersama kamu di kursi depan. Kalau ada apa - apa resikonya terlalu fatal, selalu dudukkan anak pada baris jok kedua. Menggunakan car seat lebih aman.

Sayangnya Indonesia belum mengeluarkan undang - undang tentang hal ini, kalau di beberapa negara lain mendudukkan anak - anak pada kursi depan, meskipun di pangku itu akan ditilang dan dikenakan denda yang cukup besar (ini bukan karena negaranya mata duitan hihihihihi, tapi karena faktor keselamatan).

That's all for today. Selamat mudik ya teman - teman, selamat berkumpul dengan saudara, selamat makan ketupat, krecek, opor ayam, sembel goreng ati plus petenya hahahahhah, selamat makan kue - kue, selamat Idul Fitri, dan sampaikan salam hormat aku untuk keluarga. Have a good day.



1 comment:

Terima kasih sudah mampir, silahkan tinggalkan pesan atau pertanyaan. Have a good day *\(^o^)/*

You May Also Like