Wednesday, October 12, 2016

Movie : Wonderful Life, Setiap Anak Dilahirkan Sempurna


Ada lagi film baru yang meramaikan dunia perfilman Indonesia, judulnya "Wonderful Life". Kisah ini diangkat dari sebuah novel karya Amalia Prabowo yang juga berjudul Wonderful Life. Jadi ini adalah kisah nyata dari sepenggal kisah hidup mba Amalia yang memiliki anak dengan gangguan disklesia.

Disleksia (bahasa Inggris: dyslexia) adalah sebuah gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak menginjak usia 7 hingga 8 tahun. Ditandai dengan kesulitan belajar membaca dengan lancar dan kesulitan dalam memahami meskipun normal atau diatas rata-rata. Ini termasuk kesulitan dalam penerapan disiplin Ilmu Fonologi, kemampuan bahasa/pemahaman verbal. 
Diseleksia adalah kesulitan belajar yang paling umum dan gangguan membaca yang paling dikenal. Ada kesulitan - kesulitan lain dalam membaca namun tidak berhubungan dengan disleksia. Beberapa melihat disleksia sebagai sebuah perbedaan akan kesulitan membaca akibat penyebab lain, seperti kekurangan non-neurologis dalam penglihatan atau pendengaran atau lemah dalam memahami instruksi bacaan. Ada 3 aspek kognitif penderita disleksia yaitu Pendengaran, Penglihatan, dan Perhatian. Disleksia mempengaruhi perkembangan bahasa seseorang. 
Penderita disleksia secara fisik tidak akan terlihat sebagai penderita. Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah, kiri dan kanan, dan sulit menerima perintah yang seharusnya dilanjutkan ke memori pada otak. Hal ini yang sering menyebabkan penderita disleksia dianggap tidak konsentrasi dalam beberapa hal. Dalam kasus lain, ditemukan pula bahwa penderita tidak dapat menjawab pertanyaan yang seperti uraian, panjang lebar. (wikipedia)


Film ini menjadi inspirasi bagi orang tua, khususnya ibu yang memiliki anak dengan gangguan disklesia. Jangan pernah takut dan menyesal dengan anugrah dari Tuhan, apapun keadannya. Amalia yang diperankan oleh Atiqah Hasiholan adalah seorang wanita karier, CEO dari sebuah perusahaan di Jakarta. Pintar, berprestasi, cantik, tapi memiliki kesibukan yang sangat padat sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk bermain bersama anak semata wayangnya Aqil yang diperankan oleh Sinyo.

Tidak terima dengan kata - kata ayahnya yang menyatakan kalau Aqil itu sakit, Amalia kemudian pergi bersama Aqil untuk berobat, dari dokter, psikolog, sinse, orang pintar, sampai dukun dia temui agar bisa menyembuhkan Aqil.


Perjalanan itu ternyata menjadi perjalanan yang sangat berarti bagi keduanya. Niat Amalia yang hanya untuk menyembuhkan Aqil ternyata malah menghancurkan benteng antara Amalia dan Aqil yang selama ini secara tidak sadar dibangun oleh Amalia karena kesibukannya dengan pekerjaan yang mengakibatkan Amalia kurang dekat dengan Aqil.

Tanpa disadari Amalia menjadi lebih mengenal Aqil dan mulai mengerti apa sebenarnya yang Aqil butuhkan. Aqil tidak sakit, Aqil tidak butuh dokter, psikolog, ataupun dukun. Aqil butuh ibunya. Aqil butuh pengertian dan kasih sayang dari ibunya untuk mendampingi Aqil agar Aqil bisa mengembangkan dirinya seperti anak normal lainnya. Setiap anak dilahirkan sempurna, ini menjadi tag line dari film ini.

Baca juga : "Where's My Romeo"


Rasa cinta antara ibu dan anak makin terasa, bounding antara mereka makin kuat. Anak dengan disklesia membutuhkan perhatian khusus (bukan berlebihan, tapi tepat pada sasaran). Aqil memiliki kesenangan dalam menggambar, Aqil bisa menghasilkan gambar - gambar yang indah yang belum tentu bisa dibuat oleh anak normal seusianya.

Mungkin banyak diantara kita yang suka memaksakan kehendak kepada anak, kita tidak paham betul siapa anak kita, bagaimana keadaannya, dan apa yang mereka butuhkan. Film ini mengajarkan kita untuk saling dengar - dengaran juga kepada anak.

Bekerja keras bukannya tidak boleh, tapi semua harus diimbangin dengan berkegiatan juga bersama anak - anak, agar kita selalu update dengan perkembangannya.

Aku jadi teringat satu nasehat mama, "Kalau punya anak nanti, kamu pegang sendiri. Jangan dipegang baby sitter, dll. Setiap hari selalu ada yang baru dari anak - anak dan itu tidak akan terulang lagi. Nikmati setiap detiknya karena rasanya menyenangkan".

'

Film ini digarap oleh Handoko Hendroyono, yang sukses dengan film Folosofi Kopi di tahun 2015. Handoko kemudian menggandeng Visinema Picture milik Angga Dimas Sasongko yang telah sukses melahirkan film berbobot seperti Cahaya Dari Timur, Beta Maluku, dll yang mendapatkan Piala Citra sebagai Film terbaik 2014. Visinema Picture menyambut baik proyek ini dan langsung menggandeng Jenny Yusuf: penulis scenario adaptasi terbaik pada FFI 2015. Untuk film kali ini Angga memilih Agus Makki untuk menyutradarai film ini. Sebagai pemeran utama sebagai tokoh sentral, dipilihlah artis cantik, berbakat Atiqah Hasiholan. Suaminya Rio Dewanto juga berpartisipasi menjadi Produser dari Visinema Picture. Pemeran lainnya ada Lidya Kandao, Alex Abad, Arthur Tobing, dll. (wonderfullifeind.org)


Aqil di kehidupan nyata kini makin pintar menggambaranya, Aqil dan adiknya kini sering menemani ibunya untuk lauchinhg buku, gathering, wawancara TV, dll. Aqil jadi inspirasi untuk banyak anak di Indonesia, ibu Amalia juga telah membuka mata banyak orang tua di Indonesia bagaimana harusnya menghadapi anak dengan disklesia.


Sariayu sebagai sponsor utama memberikan support untuk tata rias para pemain. Kamu bisa lihat betapa cantiknya Atiqah Hasiholan sepanjang film. Makeupnya so simple, pasti kamu bisa tiru deh hihihihi. That's all about Wonderful Life, film ini berhasil bikin temanku Aprie nanyisss dan bulu matanya copot hihihihihihihihihi (peace Aps). Jangan lupa nonton Wonderful Life di bioskop - bioskop kesayangan kamu, mulai tanggal 13 Oktober 2016.


2 comments:

  1. Baca review-nya aja saya langsung nangis dong. Maklum baperan. hehehe. Keren ya novelnya. Saya inget ponakan soalnya, mirip banget kisahnya sama di sini.

    Semoga semakin banyak buku dan film yang selalu menginspirasi. :)

    ReplyDelete
  2. Haduuh ga berani nonton. Takut nangis wkwkkw

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir, silahkan tinggalkan pesan atau pertanyaan. Have a good day *\(^o^)/*

You May Also Like