[Batak Wedding] Uniknya Pernikahan Adat Batak Toba



IM BACK!!!

HORAS! Ini lanjutan dari tulisan aku sebelumnya tentang Pernikahan Adat Batak (PAB) 2016, dan kali ini yang mau aku ceritain adalah tentang proses pernikahan dengan menggunakan adat Batak Toba. Nah, untuk kamu yang mau menikah dengan upacara adat Batak Toba monggo bisa dibaca tulisanku ini ya, siapa tau berguna hihihihihi.

PS : Tulisannya agak panjang (lah, emang situ kapan nulis pendek hahahahhahah) soalnya aku jelasin semua yang aku tau, biar pemahamannya ngga tanggung. Kalau ada salah penulisan monggo bisa dibantu koreksi ya, coz aku juga masih belajar tentang adat - adat Batak ini. Trus foto - foto yang aku pakai adalah koleksi pribadi, supaya ngga menyalahi hak cipta *tsahhhhh.
Jadi untuk kamu yang mau "ambil" foto ini dan dimasukkan ke Instagram, ke website, dll HARUS mencantumkan sumbernya www.ROOSVANSIA.com. Ya iyalah karena ini foto pribadiku kok, jadi ngga seenaknya juga bisa diambil dan diaku milikmu ya hehehhe. Show some RESPECT. Jangan cuma update, tapi harus tau etika berinternet.
Untuk detail vendor - vendor yang aku pakai dan foto lainnya, serta cerita tentang trip keliling Sidikalang, Siantar, Parapat, Samosir, Pangururan, Sidikalang, dan Medan menyusul ya. Selamat membaca.

Bagi orang Batak Toba ada tiga upacara (ritual adat) yang paling penting dan masih dilakukan sampai saat ini, diantaranya upacara kelahiran, pernikahan dan kematian.

Dari aku masih di kandungan mama, aku sudah “ikut” terlibat dalam upacara adat. Mama mendapatkan ulos Bintang Maratur dari keluarganya, sebagai bentuk kasih dan doa agar anak yang dilahirkannya kelak bisa seperti bintang dilangit yang teratur (dan bersinar, shine bright like a star *maksa) hahahahhaha.

Setelah aku lahir (biasanya sebelum umur dua tahun) aku akan menerima ulos Mangiring, yang juga sebagai ungkapan kasih dan doa keluarga besar kami untuk aku dan kedua orang tuaku. Supaya kiranya ada keturunan berikutnya yang akan lahir.

*foto - foto ulosnya aku masih cari, aku ada koleksi pribadi juga tapi masih lupa nyimpennya dimana

Waktu menikah, kami orang Batak Toba (umumnya) juga akan menjalani upacara adat, pemberian ulos dan juga berbagai hal lainnya. Sampai pada waktunya berpulang ke pangkuan Tuhan, kami (umumnya) juga akan menerima upacara adat.

Ada juga orang yang tidak bisa menjalani upacara adat salah satunya karena orang tua mereka belum “membayar adat”. Kalau orang tuanya belum melalui proses upacara adat ya anaknya juga tidak boleh menerima/memberikan ulos pada saat menikah ataupun meninggal.

Banyak sekali runtutan upacara adat Batak ini, emang ribet dan memusingkan. Tapi disitulah seninya, sampe sekarang kami masih menjalaninya dan akan terus menjalaninya.

Nah, hari ini aku bahas lebih dalam adalah tentang Pernikahan Adat Batak, karena proses menikah ala orang Batak ini ritualnya paling panjang, paling ribet, dan jelas paling MAHAL. Yes. MAHAL (kayaknya di post lalu aku pernah mention kata – kata MAHALnya ya hahahahahha).


MARHORI – HORI DINDING

Ini adalah proses awal yang akan dilalui semua keluarga Batak yang ingin menikah. Orang tua, kakak, dan beberapa saudara dekat dari keluarga laki – laki akan datang kerumah keluarga perempuan. Mereka akan memperkenalkan diri, berbincang – bincang (martarombo) dan kemudian menyampaikan niat mereka untuk melamar anak perempuan dari keluarga yang mereka datangi.

Pada tahapan ini keluarga laki – laki juga akan membicarakan mahar (sinamot) yang mereka akan berikan kepada keluarga perempuan. Dalam tahapan ini biasanya ada tawar menawar antara kedua keluarga.

Dimana acara akan diselenggarakan (dikeluarga perempuan atau laki – laki), berapa perkiraan undangan, dan hal lainnya yang berkaitan dengan pesta.

Dalam adat Batak Toba sendiri, keluarga perempuan adalah pihak yang berkewajiban dan berhak melangsungkan pesta. Tapi semua tergantung juga kesepakatan dari kedua belah pihak.

Biasanya kalau pihak keluarga laki – laki baru pertama kali menikahkan anaknya, mereka akan minta pesta di laki – laki. Atau bisa juga dikarenakan pihak dari keluarga perempuan baru kemalangan (salah satu orang tua meninggal, dll) jadi keluarga perempuan agak mengalami kesulitan biaya, dll.

Kalau aku sendiri pesta di keluarga laki – laki, karena calonku adalah anak lelaki terakhir di keluarganya, anak terakhir yang akan menikah, dan anak kebanggaan orang tuanya. Jadi dengan rendah hati, pihak keluarga meminta agar pesta di “rumah” laki – laki, dan orang tuaku setuju.

"Dos ni roha, sibahen na denggan" 
(bersepakat untuk keputusan yang terbaik)

Setelah deal dengan jumlah sinamot, dimana pesta akan berlangsung, tanggal pelaksanaan, dll. Maka, berikutnya kedua keluarga akan menjadwalkan satu hari untuk menyampaikan kesepakatan itu ke keluarga besar.

Masing – masing keluarga akan menyiapkan satu hari untuk mempertemukan kedua keluarga besar untuk bertemu dan membicarakan hal – hal yang lebih detail untuk persiapan pesta.

*marhori - hori dindingku ngga ada dokumentasinya, coz emang acaranya lebih sederhana dan khusus untuk keluarga dekat saja.


PATUA HATA – MARHUSIP

Pada saat ini akan ada pertemuan lebih lanjut antara kedua keluarga besar calon pengantin. Hal – hal yang sudah dibicarakan pada saat Marhori – hori Dinding lalu disampaikan kepada keluarga besar masing – masing calon mempelai.

Pihak laki – laki harus datang dan membawa daging (bisanya orang Batak membawa seekor babi yang sudah dimasak dan kemudian disusun sedemikian rupa, kepala, badan, usus, ekornya) setiap bagian nantinya akan dibagikan kepada keluarga besar perempuan sesuai dengan fungsi mereka dalam adat.

Sementara itu pihak keluarga perempuan menyediakan ikan mas yang sudah di arsik (satu masakan khas orang Batak), jumlahnya harus ganjil dan biasanya ikannya besar – besar (minimal 1 – 2 ekor per kilonya).



Marhusip ini seperti rapat besar yang akan menjabarkan apa saja yang diperlukan untuk pesta adatnya nanti. Pihak keluarga laki – laki kembali menyampaikan berapa jumlah uang sinamot (mahar) yang akan mereka berikan kepada pihak perempuan, berapa lembar ulos yang mereka minta (biasanya 13, 15, 17 lembar tergantung banyaknya keluarga pihak laki – laki), siapa nama – nama keluarga yang akan menerima dan memberikan ulos – ulos tersebut.

Ulos yang diminta oleh pihak laki – laki itu akan diberikan oleh pihak perempuan kepada pihak laki – laki. Satu lembar ulos diberikan orang tua perempuan kepada besan (orang tua laki – laki), motif ulos biasanya by request dari orang tua laki – laki. Kalau orang tua laki – laki sudah memiliki cucu, biasanya ulos yang diberikan adalah ulos Ragi Idup. Kalau orang tua laki – laki baru pertama kali mengadakan pesta pernikahan, biasanya ulos yang diberikan adalah ulos Ragi Hotang.


Satu ulos yang terbaik dan biasanya yang termahal akan diberikan oleh orang tua perempuan kepada kedua pengantin. Ulos itu sebagai ungkapan kasih, restu, melindungi, menghangatkan, dan sebagai kenang – kenangan pertama dari orang tua perempuan kepada kedua pengantin.

Selanjutnya ulos yang lainnya akan diberikan kepada keluarga yang nama – namanya sudah disepakati oleh para ketua adat masing – masing calon pengantin.

Uang sinamot akan diberikan sebagian kepada keluarga perempuan pada waktu marhusip ini agar bisa digunakan oleh calon pengantin perempuan untuk membeli perlengkapan pesta seperti baju, kain songket, sepatu, perhiasan, dll, dan sisanya akan diberikan pada saat acara adat berlangsung.



MARTUMPOL

Martumpol atau disebut juga dengan perjanjian atau persiapan nikah (umumnya kita menyebutnya dengan pertunangan) hanya dilakukan oleh orang Batak yang bergereja di HKBP. Martumpol biasanya dilakukan sebulan sampai dengan beberapa minggu sebelum acara pemberkatan dan adat dilangsungkan. Ada perjanjian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dan juga oleh orang tua dan saksi dan ditandatangani juga oleh Pendeta dan wakil dari gereja dan jemaat (sintua) di depan semua undangan dan jemaat.

Kenapa ada Martumpol? Apa fungsinya?

Pada hari minggu di setiap ibadah Gereja HKBP ada warta jemaat yang isinya adalah pengumuman tentang kegiatan gereja, laporan keuangan, pelayan firman, nama – nama petugas pada hari itu, dll.

Dalam warta jemaat itu ada juga pemberitahuan tentang pasangan – pasangan yang akan melangsungkan perjanjian/persiapan nikah dan pernikahan. Pengumuman ini gunanya untuk memberikan kesempatan kepada semua warga jemaat atau siapapun yang merasa berkeberatan jika kedua calon pengantin melangsungkan perjanjian/persiapan nikah dan pernikahan.



Jika ternyata ada yang berkeberatan dengan alasan yang jelas (kuat) dan bisa diterima dengan gereja, misalnya ternyata salah satu calon pengantin sudah pernah menikah sebelumnya, masih punya hubungan dengan orang lain, dll.

Hal ini gunanya untuk mengantisipasi segala hal – hal buruk yang mungkin akan terjadi jika seandainya ada pasangan calon pengantin yang tidak jujur satu sama lain.

Gereja HKBP akan menindak dengan tegas keluarga dan calon pengantin yang ternyata masih punya hubungan pernikahan dengan orang lain dan pernikahan tidak akan bisa dilangsungkan sebelum hubungan itu berakhir atau bahkan akan terjadi pembatalan pernikahan. Gereja HKBP juga tidak boleh memberkati calon pengantin yang pernah bercerai (bukan karena kematian)  juga yang dalam keadaan hamil.




Martumpol itu seperti “pemanasan” menjelang pemberkatan dan pesta adat. Jadi biasanya dandanan calon pengantin udah heboh disini hahahhahaaha. Kebaya, songket, sepatu cantik, makeup, sampai ke photobooth *eh borossss ye hahahahha.

Untuk beberapa calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan di kota lain biasanya Martumpol ini dimanfaatkan juga untuk mengundang keluarga atau kerabat untuk datang, bercengkrama, makan – makan, dll sekalian mendoakan kedua calon pengantin dan juga keluarga yang akan berangkat ke kota tempat calon pengantin akan melangsungkan pernikahan nantinya.

Jadi jangan heran ya kalau kamu menghadiri acara Martumpol seseorang dan rasanya kok kayak lagi ada di pesta adat pada umumnya. Apa yang harus kamu lakukan? Simpel! Ikut makan, ikut joget kalau ada musiknya, ikutan foto kalau ada photoboothnya, dan jangan lupa kasih salam tempel sama pengantinnya (biar pengantinnya bisa honeymoon) *eh hahahahhahaha.


MARTONGGO RAJA (kalau pesta diselenggarakan oleh pihak perempuan). MARIA RAJA (kalau pesta diselenggarakan oleh pihak laki - laki)

Setelah acara martumpol di gereja biasanya keluarga dari pihak laki – laki akan berkumpul di rumah laki – laki (atau bisa juga ditempat lainnya yang sudah ditentukan) demikian juga untuk keluarga perempuan.

Pembicaraannya lebih ke mengingatkan tugas masing – masing, jam berapa acara akan dimulai, jam berapa acara gereja, jam berapa acara adat, dll. Undangan juga sudah bisa diberikan kepada keluarga – keluarga yang hadir.

*sekarang ini acara Marhusip, Martumpol, dan Martonggo/Maria Raja sudah digabung dalam hari yang sama. Gunanya untuk mempersingkat waktu dan biaya tentunya ya hahahahha.


RANGKAIAN ACARA ADAT (HARI H)


A. MARSIBUHA – BUHAI

Keluarga laki – laki akan datang pagi – pagi kerumah keluarga perempuan, membawa daging yang sudah diletakkan di dalam wadah anyaman (tandok) dan ditutup dengan ulos. Saudara perempuan kandung dari ayah calon pengantin laki – laki akan meletakkannya diatas kepala dan membawanya masuk kerumah calon pengantin perempuan.


Calon pengantin laki - laki akan membawa bunga tangan dan calon pengantin perempuan membawakan korsase bunga. Kedua calon pengantin akan bertemu di ruang tamu, calon pengantin wanita memakaikan korsase pada calon pengantin pria dan calon pengantin pria memberikan bunga tangan kepada calon pengantin perempuan.

Semua keluarga akan sarapan bersama dirumah calon pengantin perempuan, sebelumnya orang tua dari calon pengantin perempuan akan melemparkan sejumput beras sebanyak tiga kali keatas kepala kedua calon pengantin kemudian menyuapi calon pengantin dengan nasi dan ikan mas arsik.

Tapi yang aku alami sedikit berbeda, waktu pihak laki - laki datang kerumah, kemudian mama mertua melingkarkan selendang ke punggungku dan menarik aku untuk duduk ke sisi pihak laki - laki. Kemudian pihak laki - laki memberikan daging kepada pihak keluargaku, dan pihak keluargaku kemudian membalasnya dengan memberikan ikan mas.



Kemudian kami saling bertukaran bunga, aku memasangkan corsase di jas pengantin pria dan pengantin pria memberikan bunga tangan kepadaku. Lalu semua keluarga makan bersama dan kemudia berangkat ke gereja untuk melangsungkan acara pemberkatan (pasu - pasu).


PASU – PASU

Pemberkatan (pasu - pasu) pernikahan orang Batak bisanya dilakukan di gereja, ada pujian penyembahan, liturgi, koor dari keluarga, dll. Pemberkatan dilakukan oleh pendeta (bisa oleh pendeta yang bertugas di gereja itu tapi bisa juga oleh pendeta lain atau permintaan calon pengantin dan keluarga).



“Yang sudah dipersatukan Tuhan tidak boleh dipisahkan oleh manusia, kecuali oleh kematian.”

Silahkan nangis sepuasnya selama makeup artistnya standyby (klo ngga standby ya sebaiknya atur emosi dan jangan banyak nagis, nanti makeupnya luntur hihihihihi). SAH! Dihadapan Tuhan, gereja, dan jemaat. Keduanya sudah menjadi satu dalam rumah tangga baru. Lalu, sudah sah di adat? WEITZZZZ, belum dong hahahhaaha.


ADAT NA GOK

Pengantin dan keluarga akan berangkat ke gedung pesta untuk melanjutkan pesta adat. Masing – masing tamu memiliki fungsi yang berbeda satu dengan yang lainnya dan secara otomatis akan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Jadi jangan heran kalau nanti ada yang duduk di sisi kiri, kanan, dibagian samping, belakang, dll. Jangan heran juga kalau ada yang bawa wadah anyaman tikar tapi ada juga yang membawa ikan.

BANGGA! Aku bangga dengan adat Batak. Tidak bisa dihapuskan dan akan pernah bisa hilang dari diri orang Batak. Tahun ini ada 250 orang teman – teman (yang aku tau) yang melangsungkan pernikahan mereka dengan adat Batak. Kami berbagi informasi, berbagi review, berbagi support, semangat, dan juga saling mendoakan satu sama lain.

Komunitas Pernikahan Adat Batak

Tamu yang datang akan duduk di tempat yang sudah disediakan, lalu pengantin akan masuk kedalam gedung bersama – sama dengan keluarga dekat mereka masing – masing (keluarga yang berjalan dibelakang pengantin akan duduk bersama – sama dengan pengantin dan orang tua di panggung).



Tapi kalau misalnya salah satu pengantinnya adalah lulusan Akademi Polisi, Akademi Militer, dsb maka prosesi masuk ke gedung bukan lagi dengan prosesi adat tapi dengan prosesi Tradisi Korps Pedang Pora. Ini satu kebanggan untuk kedua belah pihak keluarga karena tidak banyak orang yang bisa mengalami prosesi ini *ciye hihihihii.

Setelah itu semua tamu akan makan bersama, biasanya keluarga pengantin sudah mempersiapkan satu tempat khusus untuk tamu – tamu yang diluar keluarga (parsubang atau tamu nasional, bisa teman, tetangga, relasi, dll). Ditempat itu semua makanan halal sehingga bisa dinikmati semua tamu nasional.



Setelah makan, tamu – tamu akan berbaris untuk mengantri menyalam pengantin. Biasanya mereka membawa tumpak (amplop yang berisi uang) lalu memasukkannya ke wadah yang sudah disediakan di depan pengantin. Tapi ada juga yang langsung menyalamkannya ke tangan orang tua atau ke tangan pengantin.

Nah kalau aku yang nikah jangan lupa salamin amplopnya ke tangan aku aja langsung yaaa hahahahha (buat honeymoon) *tetepppp. Soalnya, semua tumpak yang ada di wadah itu nantinya akan menjadi hak milik pihak laki – laki.

Tapi, ada satu kesempatan untuk pengantin perempuan untuk mengambil amplop yang ada di dalam wadah itu dengan satu tangan sebanyak SATU KALI SAJA ya hhahahahahaha (yang ini boleh dimasukkan ke kantong pengantin).

Acara kemudian akan diisi dengan musik – musik, pemberian ulos kepada keluarga lainnya, pembagian daging, berbalas – balasan pantun, dll. Kemudiaaaaan saat yang paling ditunggu – tunggu adalah pemberian ulos kepada besan dan kepada pengantin.



Pemberian ulos kepada pengantin menjadi ajang tangis – tangisan deh, karena disinilah momen terpenting dan paling menyentuh dalam adat Batak. Orang tua pengantin perempuan akan “melepaskan” anak perempuannya kepada keluarga pengantin laki – laki.

Saat itu tugas dan tanggung jawab orang tua pengantin perempuan terhadap boru (anak perempuannya) sudah selesai. Kini pengantin perempuan sudah menjadi tanggung jawab suami dan keluarga laki – laki. Sedih? IYESSS!

Tapi selalu ada sukacita dibalik tangisan orang tua melepaskan anak perempuannya untuk menjalani rumah tangga dengan suaminya. Sudah selesai satu tugas orang tua terhadap anaknya. Karena SEJUJURNYA orang tua akan merasa stres bahkan bisa jadi depresi kalau anaknya (apalagi perempuan) tidak kunjung menikah padahal sudah waktunya.

Setelah orang tua pengantin perempuan memberikan ulos, selanjutnya semua keluarga akan bergantian memberikan ulos kepada pengantin. Masing – masing keluarga akan memberikan pesan – pesan dan wejangan kepada pengantin dan biasanya mereka akan berjoget – joget sambil memberikan ulos.


Ah, rasanya senengggg banget kalau udah denger musik gondang itu bunyi, rasanya ngga tahan mau joget hahahaahahha.

Semua rangkaian acara ini biasanya akan berlangsung sampai sore atau malam tergantung jumlah tamu yang datang. Makin banyak tamunya, makin banyak yang kasih ulos, makin lama juga pestanya, makin nambah bengkak deh biaya overtime gedung hahahahhaahaha.


PAULAK UNE

Setelah acara memberikan ulos, udah dong ya? Udah capek kan, mau pulang. Eitzzz, jangan sedih, masih ada lagi acara Paulak Une namanya. Aku kurang paham dengan arti dari Paulak Une ini. Beberapa keluarga biasanya melaksanakan Paulak Une ini tepat setelah pesta selesai, tapi aku kurang tau maknanya.

Kalau aku ngga salah ada satu lagi yang namanya Manikkir Tangga. Ini juga aku kurang paham *hiks, nanti aku belajar lagi deh biar bisa sharing ya hihihihi.

Setelah semuanya sudah selesai, pengantin perempuan akan dibawa kerumah keluarga suaminya. Disitu pengantin perempuan akan disambut oleh mertua dan keluarga besar, diberikan makan, diberikan wejangan, dll.

FUIH. Banyak hal yang harus dilalui ya. Kebayang ngga berapa banyak biayanya? BANYAK! Mahallll hahahhahaha *curhat. Tapi hal ini jangan jadi penghambat kamu yang mau menikah dengan adat Batak ya. Kenapa? Karena setiap rangkaian adat yang kamu jalani ada filosofinya, kamu juga bisa lihat betapa eratnya kekeluargaan orang Batak, dan betapa sakralnya acara pernikahan untuk orang Batak. Adat ada yang besar dan ada yang kecil, semua disesuaikan dengan kemampuan.


Lalu apa aja sih yang perlu dipersiapkan? Mhhh, banyak sih kalau mau dijabarin printilannya. Tapi aku akan bahas beberapa hal yang penting aja ya. Pokoknya mulai nabung dari sekarang hahahahhahahaha. Tungguin tulisan berikutnya ya.


Terima kasih
See you

CONVERSATION

47 comments:

  1. Aku baru sekali ke nikahan adat Batak. Waktu itu di sahabatku yg marga Samosir. Takjub!!!
    Trus aku ngeliat semua kursi udah dinamain sesuai marga. Jadi aku bingung duduk dimana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya kalau acara nikahan Batak itu menyediakan satu tempat untuk parsubang (prasmanan), jadi makanan yg disediakan halal dan ada tempat duduk untuk tamu nasional itu mba hihihihi. Klo di depan panggung emang pasti ngga kebagian tempat hihihihi.

      Delete
  2. Kita kapan ketwmu sih kaka cantik?
    Aku mau kasih ucapan hihi,

    Gak deng, sekarang aja.
    Selamat menempuh hidup baru yah kaka & abang ganteng.
    Selalu dalam lindungan dan berkat Tuhan.
    Langgeng & lancar sampe Kakek Nenek sampe maut memisahkan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahhaa, Kikiiiiiicasssss. Amen Qy. Kamu juga yaaa nantinya lancar persiapannya dan selalu disertai dan dilindungi. Makasihhhhhh Kikikikicas hihihihi.

      Delete
  3. Wahh aku baru tau serumit itu PAB ;)
    Pantesan temen aku yg org batak persiapannya butuh duit banyak and waktu yg panjang :)
    Tapi keren banget ya pernikahan yang adat militer gitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ribetttt mba Oline, tapi disitu seninya hihihihihi. Seru kok klo udah dijalanin, tapi cukup bikin pusing kepala dan kantong jg sih hahahahhaha.

      Delete
  4. Hua seru rangkaian acaranya, khidmad bin sakral, aku mau dong ulosnya wakakakakak... dan aku juga baru tahu kalau ada kesamaan di tempatku yang tidak dibolehkan menikah kalau hamil, huft, selamat ya ka roos semoga langgeng, sampe kakek nenek.. Bahagia selalu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belummmm ini belum semuanya hihihihihi. Iyalahhhh lagi hamil ya ngga boleh diberkati aturannya (entahlah kalau dianya bohong yaaaaa). Amennnn. Kamu jugaaaa sampe maut memisahkan yaaaa Mirnakuuu sayanggg hihihihi.

      Delete
  5. Mau tanya kalau misalnya, beda suku. misalnya pihak laki-laki dari suku jawa & Perempuan dari Batak Toba, prosesnya apa saja ya yang akan dilalui? terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu tergantung kesepakatannya aja dulu mas, maunya pake adat Jawa atau adat Batak hehehehhe.

      Delete
  6. Horas, selamat menempuh hidup baru ito, Maranak sapuluh pitu mar boru sapuluh walu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Horas. Kalau sesama perempuan panggilannya eda. Kalau panggilan ito itu digunakan antara laki - laki dan perempuan :))

      Delete
  7. Kalau nikah aku juga mau bikin tulisan kaya gini.. Keren niat adat batak Kak Roos

    Btw Selamat berbahagia yah heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayokkkk mba, bikin tulisannya. Jangan lupa foto yang buwanyakkkkkkkk biar berbagi ilmu hihihihi. Terima kasih ya mba :)) mwahhhh.

      Delete
  8. Ka Roos, panjaaang ya proses nya. Tapi seru dan tetap antusias untuk dijalanin. Kemudian aku mikirin dan ngebayangin motif2 ulos itu beserta nama2 nya. Ga paham beda motifnya dimana selain warna wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. BANGETZZZZZ. Kenangan sekali seumur hidup Machan, seruuuuu. Apalagi nanti kalau aku dah sharing persiapannya hihihihi makin seruuu Machan. Motif ulos itu ada filosofinya, kapan - kapan aku jelasin deh hihihi.

      Delete
  9. Wow panjang juga ya (tulisan) prosesnya hihi. Ga kebayang juga capeknya. Tapi bagi yang memang terbiasa dengan adatnya, seneng-seneng aja ya Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Capekkkk mba,capeknya keterlaluan emang hahahahhahaha. Sebenarnya senang bukan krn terbiasa dgn adat mba, tapi berusaha memahami makna dari setiap hal yg dilakukan. Jadi pada kagum, krn bener2 seru dan unik.

      Delete
  10. Sebelumnya, saya ucapkan selamat menempuh hidup baru, Mbak :)

    Adat batak buatku emang sesuatu banget, meski aku bukan orang batak. Hihihi

    Untuk prosesi pernikahan emang ya gitu, tapi makna yg terkandung di dalamnya luar biasa. :)

    Semoga bahagia dan sejahtera selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak mba Eri. Iyaaa mba, unik, sesuatu. Remponngggg hihihihi. Bener. Maknanya yang selama ini bikin kami semangat dan setia menjalaninya. Amen. Bahagia jg untuk mba Eri ya.

      Delete
  11. Roos, seru banget bacanya, aku selalu suka & penasaran sama ritual adat gini karena maknanya dalem & sakral, walau prosesnya puanjaaang banget ternyata yah hahah
    Btw ditunggu post honeymoon sama babang. :* Aciee cieeee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangggg, semoga ngga bosen bacanya ya. Coz ada beberapa (banyak sih harusnya) hal lain yang mau aku ceritain hihihihihi. Bangetttt capekkkkk Clareeee hikksssssss. Segeraaa yaa, didahului sama post DIY dulu tapi hihihihi.

      Delete
  12. duh kakak, seru bangat ceritanya..
    ya, Pernikahan Adat Batak emang panjaaaaaaaaaang (kata semua org)
    dan dos ni roha is the most important after preparing the money.. ha ha ha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus panjangggggg, supaya maknanya dapet hahahahha. Ayokkkkkk, kapan mulai persiapan. Persiapan duittttt juga biar bisa pilih penjahit, makeup, sepatu, dll yg bagus. Biar ngga nyesel taaar hihihihi.

      Delete
  13. aku pernah nari beberapa kali dlm acara pernikahan adat Batak. Kalau saudaranya byk berarti nari nya juga panjang.. hehehe. seru kak jadi tau prosesinya juga. dan oengalaman disini juga menyenangkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Panjanggg dan lamaaaa mba Mira. Pas pesta seneng - seneng, pas udah sampe dirumah pegelll pegel hhihihihi.

      Delete
  14. Mbak selamat menempuh hidup baru dan selamat datang di persit kck 😊
    Sekarang baru paham kenapa Mahal 😅😂 ditunggu tulisan selanjutnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Anggi hihihiihi. Mba Anggi Persit juga toh? hehehehe
      Mahal kalau adat Batak mba, nanti aku share lagi tentang kenapa mahal hihihii. Terima kasih ya sudah mampir.

      Delete
  15. Selamat menempuh hidup baru....

    Kebayang repot dan capenya ngurus pesta adat. Lelah tapi menyenangkan ya ka ros.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih ito. Rempong to, tapi seruuuu. Udah selesai semua. Sudah legaaaaa hehehehhe.

      Delete
  16. Kalo pesta adat gitu harus ada uang cash stand by ya kak ros, karena ada ajang bagi2 uang disitu.
    Aku sering ke nikahan batak, hanya saja kadang gimana gitu, mau poto atau salaman aja bingung kapan waktu pasnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semua cash. Yang stanby bisa ratusan juta, kadang ada yang ga suka transfer2 hihihihihi. Kalau mau salaman pas abis doa makan aja, jadi yang lain makan kita ikut salaman hihihi soalnya kalau udah selesai makan acaranya udah lain lagi.

      Delete
  17. itu roos lagi mewekk
    itu paa resepsi jadi ada momen terharu pas ngasih ulos :")

    seru dan mengharukan dari awal roos
    sekali lagu selamat langgeng dan met honimunn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa, mewek tetep cakep yaaa hahahahahhahaha
      Itu bukan resepsi mami, tapi rangkaian adat. Klo resepsi mah cuma salam, makan, foto.

      Honeymonnnn dah liwattt taukkk hahahahha, sekarang selamat menjalani kehidupan hahahahaha

      Delete
  18. wahhh, selamat menempuh bahtera pernikahan, sist Roos..
    semoga langgeng bersama suami hingga kakek nenek..
    salut sama dirimu secara detil menceritakan kebudayaan tradisional Batak.. jarang-jarang ada blogger masa kini bercerita begini.. salut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas Yos. Amen. Amen. Amen. Ini belum detail, nanti yang detail satu - satu ditulisnya. Semoga bisa ya ahhahahahaha.

      Delete
  19. Vaniiii.. masih ingatkah sama gw???.. Reni - NLM 2005/medan. Selamat menempuh hidup baru ya. Tuhan yg memberkati keluarga baru inu. Jdnya tingal di medan apa jakarta?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai hai Reni, apa kabarnyaaaa? Terima kasih ya. Wah kalau tinggal mah ttp di Jakarta hehehehehe, di Sidikalang cuma numpang nikah.

      Delete
  20. aku juga boru batak kak.....bangga rasanya jadi boru batak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai hai Tabita, iyesss. Bangga ya jd br Batak. Tapiiiii jangan lupa juga belajar adat dan bahasa Batak supaya paham dengan baik uniknya Batak hihihihihi. Terima kasih sudah mampir.

      Delete
  21. selamat ya ka Roos selamat menempuh hidup baru..semoga langgeng teruss yaa cantik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasihhhhh mba Ria. Amin amin amin. Satu untuk selamanyaaa

      Delete
  22. Ya ampuuuun seru bangeeet roos.. walaupun pastinya persiapannya ribeeet aja ya :). It's great to know that you preserve our traditional cultures :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emberrr rempong mba, nanti aku berencana menulis lebih lengkapnya. Semogaaa bisa kelarrr hahahhah *ditunda - tunda muluuukkk

      Delete
  23. Hallo semua dongan sahuta :p

    Sy mau brtanya hal mangadati dlm pernikahan jika dari slh satu pihak mengaku bahwa org tua sdh mangadati sesudah menikah tapi trnyata kenyataannya blm prnah melakanakan adat apapun sedangkan si ank sdh melakukan adat full. Kiranya dongan2 mau memberikan tanggapan dan solusinya. Trimakasih

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke www.ROOSVANSIA.com, silahkan tinggalkan pesan atau pertanyaannya. So sorry kalau comment yang berisi promosi website, jualan, dsb akan langsung masuk ke SPAM. Have a great day.

You May Also Like
Back
to top