Sejarah Singkat Persit Kartika Chandra Kirana


Beberapa waktu lalu aku bercerita tentang Syarat Menjadi Istri Prajurit. Isinya tentang pengalaman aku waktu mengurus Surat Ijin Nikah dengan TNI AD. Di tulisan itu aku sering menggunakan kata - kata PERSIT. Banyak orang sipil yang kurang tau apa itu PERSIT, jadi selama ini pemikirannya PERSIT adalah Persatuan Istri Tentara. Tapi tidak sedikit juga yang bilang aku dibilang ibu Bhayangkari hihihihi. Karena itu aku membuat tulisan ini untuk memberikan gambaran kepada kamu yang kurang paham dan mau tau tentang PERSIT juga untuk kamu calon PERSIT.

Dharma Pertiwi terdiri dari 5 organisasi istri ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), yaitu Persit Kartika Chandra Kirana (seragam hijau muda), Jalasenastri (seragam biru laut), PIA Ardya Garini (seragam biru langit), Bhayangkari (seragam pink), dan IKKH (seragam ungu muda).

Persit KCK : Persatuan Istri Prajurit, adalah istri dari TNI AD
Jalasenastri adalah istri dari TNI AL
PIA Ardhya Garini adalah istri dari TNI AU
Bhayangkari adalah istri dari Polri
IKKH adalah Ikatan Kesejahteraan Keluarga Hankam
 


Oia, sebelumnya aku mau kasih tau juga kalau semua ilustrasi di tulisan ini aku edit sendiri loh ya hihihih. Jadi waktu itu aku membantu membuatkan slide tentang Sejarah Singkat Persit Kartika Chandra Kirana untuk di tayangkan pada Perayaan HUT ke-71 Persit Kartika Chandra Kirana di Batayon-ku.

Sumber tulisan :
www.persitpusat.or.id 

Sumber foto :
Seksi Organisasi Cabang


Istri prajurit TNI Angkatan Darat mutlak tidak dapat dipisahkan dari TNI Angkatan Darat, baik dalam melaksanakan tugas organisasi maupun dalam kehidupan pribadi. Oleh karena itu istri prajurit TNI Angkatan Darat harus membantu TNI Angkatan Darat dalam menyukseskan tugasnya baik sebagai kekuatan pertahanan keamanan maupun sebagai komponen pembangunan bangsa untuk mencapai cita - cita bangsa Indonesia.


Rasa kemanusiaan dan sifat keibuan telah menimbulkan inisiatif di hati Ny. Ratu Aminah Hidayat (istri dari Kolonel Hidayat, Kepala Staf Komandemen I) untuk mengumpulkan para istri perwira Markas Komandemen I di kediamannya. Kediaman Kolonel Hidayat waktu itu terletak dekat Situ Beleud di daerah Purwakarta. Dalam pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal 3 April 1946 tersebut dihadiri oleh 4 orang rekannya yaitu Ny. Sumarna, Ny. Achmad Sukarnawijaya, Ny. Dana Kusumah dan Ny. Gerda Mokoginta. Pada kesempatan itu, Ibu Ratu Aminah Hidayat mengutarakan pemikiran dan hasratnya untuk menggerakkan para Istri Prajurit melakukan sesuatu guna membantu prajurit di dalam melaksanakan tugasnya.


Persit Kartika Chandra Kirana sebagai kelanjutan dari organisasi terdahulu yakni Persatuan Istri Tentara yang didirikan di Purwakarta pada tanggal 3 April 1946 berasaskan Pancasila dan Undang - Undang Dasar 1945 serta tetap membina terjalinnya :
  1. Persatuan, Kesatuan,  Persaudaraan, serta Kekeluargaan
  2. Rasa Senasib, Sepenanggungan Serta Seperjuangan Sebagai Istri Prajurit
 

Dalam pertemuan tersebut, belum ditentukan siapa yang menjadi ketua, sekretaris, bendahara dan lainnya sebagaimana lazimnya pembentukan suatu organisasi. Namun sejak itulah para istri prajurit yang berdomisili di Purwakarta mulai memikirkan untuk membentuk suatu wadah bagi kelompok istri prajurit yang kemudian dinamakan Persatuan Kaum Ibu Tentara (PKIT) yang adalah cikal bakal Persit Kartika Chandra Kirana.

Pada waktu yang hampir bersamaan, di Purwokerto, Jawa Tengah lahir pula organisasi Persatuan Istri Tentara yang diketuai oleh Ny. Soehardi. Demikian juga di Malang, organisasi yang sama lahir dan diketuai oleh Ny. S. R. Lasmindar.


Dalam periode 1947 kegiatan para istri prajurit semakin meluas. Hal itu terjadi karena adanya gerakan - gerakan pihak lawan yang terus - menerus mengadakan serangan terhadap perjuangan Republik Indonesia. Para istri prajurit melakukan kegiatan sesuai dengan kemampuannya, oleh karena itu di samping menjahit dan membuat tanda - tanda pangkat pejuang, mereka melakukan kegiatan sebagai juru rawat dalam Palang Merah Indonesia.

Para istri prajurit memberikan perawatan dan pertolongan kepada pejuang yang luka atau gugur di medan bakti. Selain itu, ada juga yang mendapat tugas menyelidiki kekuatan dan lokasi musuh, suatu tugas yang tidak ringan dan penuh dengan resiko tertangkap oleh pihak lawan. Dalam periode ini pimpinan organisasi istri prajurit di daerah Aceh dipimpin oleh Ny. Salamah Hussein Yusuf, Ny. Cut Anjung, Ny. Husin Setia, dan Ny. Bachtiar Sabirin.


  • Kongres I tahun 1950 di Semarang
  • Kongres II tahun 1951 di Bandung
  • Kongres III tahun 1953 di Denpasar, Bali
  • Kongres IV tahun 1955 di Yogyakarta
  • Kongres V tahun 1958 di Malang
  • Kongres VI tahun 1960 di Magelang

 
MARS PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA

Bersatulah Kartika Chandra Kirana
Membantu, Memupuk, Membangun
Mendorong Suami ke Medan Juang
Untuk Nusa Dan Bangsa

Berikanlah Semangat Kepada Tugasnya
Mempertahankan Indonesia
Hiduplah Kartika Chandra Kirana
Hiduplah Bersaudara
Untuk S'lama - lamanya.

(diulangi 2x) 


HYMNE PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA

Marilah Kita Bersatu Berjuang
Persit Kartika Chandra Kirana
Mengawal Prajurit Memupuk Tunas
Untuk Keluhuran Nusa Dan Bangsa

Pancasila Undang - Undang Dasar Empat Lima
Dasar Negara Republik Indonesia
Bersama Membangun Cita - Cita Pahlawan
Tuhan Selalu Beserta Kita.

 

  • Kongres VII tahun 1963 di Jakarta
  • Kongres VIII tahun 1964 di Jakarta, merupakan kongres darurat yang dipimpin oleh Ny. A. Yani istri Menpangab selaku Ketua Umum DPP Persit.
  • Pada Kongres IX tahun 1967, ditetapkan lambang Persit Kartika Chandra Kirana yang merupakan hasil karya Mayor Caj Tranggono. Kemudian istilah Kongres berubah menjadi Rapat.


Lambang Persit Kartika Chandra Kirana dimaksudkan untuk :

  • Menggambarkan cita-cita serta kewajiban istri anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana
  • Mencerminkan pola kehidupan, asas dan tujuan Persit Kartika Chandra Kirana

Perjuangan Persit Kartika Chandra Kirana laksana sinar Hyang Kartika dan Hyang Chandra yang menerangi, menghiasi angkasa dan menyinari kehidupan serta memberikan petunjuk alami kepada umat manusia. Persit Kartika Chandra Kirana berkewajiban menempa para anggota menjadi insan yang berguna bagi keluarga dan TNI Angkatan Darat khususnya, negara dan bangsa umumnya serta dalam melaksanakan tugas selalu berpedoman pada kebajikan dan kebenaran.

  1. Bunga Wijayakusuma yang dilukiskan dengan lima kelopak daun melambangkan perjuangan Persit Kartika Chandra Kirana yang berdasarkan Pancasila, untuk membantu TNI Angkatan Darat dalam rangka melaksanakan tugas
  2. Bokor Kencana yang dilukiskan dengan cerana sesaji melambangkan kebaktian
  3. Keris pusaka berlekuk lima melambangkan senjata pamungkas. Lekuk lima kiasan dari lima kalimat Sumpah Prajurit
  4. Bulu melambangkan kecendekiaan
  5. Rantai Pengikat melambangkan persatuan
  6. Kartika Eka Paksi yang digambarkan di atas Bunga Wijayakusuma serta rangkaian padi dan kapas melambangkan Persit Kartika Chandra Kirana berjuang untuk keagungan TNI Angkatan Darat
  7. Pita dengan tulisan Kartika Chandra Kirana yang mengikat rangkaian padi dan kapas melambangkan Persit Kartika Chandra Kirana turut serta mewujudkan kesejahteraan dan kemampuan TNI Angkatan Darat dalam melaksanakan tugas
  8. Mata Rantai berjumlah 17, Kapas berjumlah 8, Padi berjumlah 45 melambangkan perjuangan
 
Persit Kartika Chandra Kirana yang dijiwai oleh semangat 17 Agustus 1945.


Warna melambangkan sifat sebagai berikut :
 
Merah : keberanian yang gagah perkasa
Putih : kesucian tanpa pamrih
Kuning : keluhuran yang bijaksana dan cendekia
Hitam : kemantapan, keteguhan dan kekekalan
Hijau : doa, harapan dan kepercayaan.


Sifat dan Watak Persit Kartika Chandra Kirana : 

Suci, setia, sepi ing pamrih, rame ing gawe
Ikhlas, rela, bijaksana dan cendekia
Berani dan bertanggung jawab

Keseluruhan lambang berarti Persit Kartika Chandra Kirana membantu tugas prajurit TNI Angkatan Darat sebagai senjata pamungkas yang selalu setia pada sumpahnya untuk menjaga keselamatan negara dan bangsa dari marabahaya.


Kerja dan sejak tahun 1978 istilah Rapat Kerja diganti menjadi Musyawarah Pusat (Mupus) yang diadakan setiap 5 tahun sekali hingga tahun 2015, dengan adanya dinamika, waktu Musyawarah Pusat XI Persit Kartika Chandra Kirana ditetapkan menjadi 3 tahun sekali.


Dalam perjalanan sejarahnya Persit Kartika Chandra Kirana pernah menerbitkan majalah Mekar pada tahun 50-an namun tidak diketahui pasti kelanjutan penerbitannya hingga akhirnya menghilang. Tahun 1983 Persit Kartika Chandra Kirana kembali menggiatkan media penerangan kepada anggotanya melalui penerbitan majalah Kartika Kencana yang berlangsung hingga saat ini.

*psssstttt di majalah Kartika Kencana edisi Juli 2017 ada AKU loh hihihihi *sombongnyaaaa


Pada tanggal 7 Juli 1967, atas prakarsa Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana yang pada saat itu dijabat oleh Ibu Siti Hartinah Soeharto, didirikan Yayasan Kartika Jaya yang secara khusus mengelola aset organisasi terutama sekolah - sekolah milik Persit Kartika Chandra Kirana. Kala itu masing - masing yayasan berdiri dan dijabat secara fungsional oleh Ketua dan Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana di masing – masing tingkat kepengurusan daerah, gabungan dan cabang berdiri sendiri.


Tahun 1996, atas prakarsa Ny. R. Hartono, Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana dan dibantu oleh sebuah tim yang diketuai Ibu Agum Gumelar, kedudukan Yayasan Kartika Jaya yang dikelola oleh PD, PG dan PCBS dilebur ke dalam satu wadah tunggal dengan nama Yayasan Kartika Jaya yang langsung berada di bawah naungan Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Pusat.


Pada tanggal 2 April 2002, atas prakarsa Ny. Andy E. Sutarto selaku Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, didirikan Yayasan Yatim, Yatim Piatu “Kartika Asih” pada tanggal 2 April 2002. Yayasan ini khususnya memberikan beasiswa bagi putra - putri prajurit yang gugur di dalam melaksanakan tugas, sebagai wujud kepedulian dan rasa tanggung jawab Persit Kartika Chandra Kirana terhadap masa depan generasi penerus bangsa.


Pada tanggal 10 Januari 2007, Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso selaku Pembina Utama Persit Kartika Chandra Kirana meresmikan “Wisma Kartika” sebagai kantor Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Pusat. Di samping itu diresmikan pula Balai Keterampilan Kartika dan Griya Kebugaran Kartika.

Selanjutnya dibawah ini aku sharing juga foto - foto Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (istri dari Bapak KASAD), beliau yang memiliki jabatan tertinggi dalam Organisasi Kartika Chandra Kirana dari masa ke masa.


Ny. A. H. Nasution adalah Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana yang pertama. Beliau adalah istri dari almarhum Jendral Nasution. Semasa hidupnya, beliau dikenal aktif dalam berbagai aktivitas sosial, di antaranya mendirikan berbagai yayasan seperti Yayasan Bina Wicara "Vacana Mandira", Yayasan Jambangan Kasih, Yayasan "Pembinaan dan Asuhan Bunda", Yayasan "Panti Usada Mulia" dan Yayasan Santi Rama.

Atas berbagai jasa dan aktivitas sosialnya itu, beliau pernah mendapatkan anugerah sejumlah tanda kehormatan dari pemerintah, di antaranya Satya Lantjana Kebaktian Sosial pada tahun 1971, Lencana Satya Bhakti Utama Persit Kartika Chandra Kirana, (20 Februari 1989), Bintang perjuangan Angkatan 45 (17 Agustus 1995) dan Bintang Maha Putra Utama (15 Agustus 1995).

Sementara, sejumlah penghargaan dari luar negeri yang pernah diterimanya adalah Centro Culturale Italiano Premio Adelaide Ristori Anno VIII pada tahun 1976, penghargaan Ramon Magsaysay Award for Public Service (31 Agustus 1981) serta penghargaan Paul Harris Fellow Award Rotary Foundation of Rotary International Amerika pada tahun 1982. Beliau wafat pada usia 87 tahun karena sakit, di RSPAD. (sumber : Viva.co.id)


Ny. A. Yani adalah istri dari Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani, yang dibunuh dalam Gerakan Pemberontakan PKI pada 30 September 1965 lalu. Beliau sempat menuliskan buku yang berjudul Ahmad Yani : Anak Emas yang Terhempas, tentang masa kecil, pertemuannya dengan Jenderal Ahmad Yani sampai dengan penugasan almarhum sebelum meninggal.


Ny. Tien Soeharto adalah istri dari Presiden Indonesia yang ke 2. Sosok beliau cukup spesial di ingatan masa kecil aku, karena beberapa kali aku ikut kegiatan sekolah yang dihadiri ibu Tien Soeharto. Jadi dulu waktu melihat beliau tuh bawaannya amazing, kagum dan seneng bisa melihat langsung hihihihi. Yang aku paling inget akan sosok beliau itu adalah kebaya dan sanggulnya. Selaluuuu begitu. Klasik banget. Elegan. Cantik. Indonesia banget hihihiihi.

Beliau wafat di usia ke 72 tahun, waktu itu aku yang masih berumur 10 tahun ikut menangisi kepergian beliau. Sedih bangettt. Aku ngga berhenti nonton tv yang menayangkan secara life semua rangkaian acara untuk menghantarkan beliau ke tempat peristirahatannya yang terakhir.


Bapak Try Sutrisno salah satu sosok favorit aku. Karena wajahnya yang tampan dan gagah tentunya hhiihihihi. Terakhir kali aku bertemu dengan beliau adalah saat acara Refleksi Kebangsaan di Gedung MPR bulan Juni lalu. Beliau masih kece, putih bersih dan masih gagah di usia ke 81 tahun. Keren ya. Kalau ibu meski sudah lanjut usia tapi masih cantik sampai dengan saat ini.

Mengutip penyataan beliau dari okezone.com : Bapak Try juga mengajak agar para istri TNI harus bisa hidup mandiri, dimana tujuannya menjadi kepala rumah tangga mengantikan suami, kalau-kalau si suami yang prajurit TNI tersebut gugur di medan pertempuran. Oleh karena itu, dia berpesan kepada istri - istri TNI harus siap mendapatkan kabar buruk, dimana akan kehilangan nyawa suami dalam membela Tanah Air. "Saya bilang harus biasakan diri masak sendiri, jahit sendiri. Kalau dia jadi janda, dia bisa berfungsi dua pribadi sebagai ayah dan ibu. Begitulah cara kami hidup bersama dengan istri," jelasnya.

Ahhhh membacanya aku spechless. Tapi memang begitu kenyataannya ya *hiks

Tentang Ny. Edi Sudrajad, siapa yang menyangka beliau adalah Kapten Penerbang Lulu Lugiyati. Penerbang wanita pertama TNI AU. Beliau juga adalah Mahasiswi Hukum Universitas Padjajaran, Bandung. Hebatnya ibu Edi Sudrajat ini. Aku bangga.

Bapak Edi Sudrajat juga sangat membanggakan. Beliau adalah Kepala Staf TNI-AD (KSAD), Panglima ABRI dan Menteri Pertahanan dan Keamanan Indonesia dalam waktu yang bersamaan. Bangganya AD pernah dipimpin orang - orang hebat seperti beliau. (sumber : Wikipedia)


Astagaaaa, satu hal yang baru aja aku tau setelah googling sana sini tentang Ny. Nora Ryamirzard. Beliau adalah putri dari Bapak Try Sutrisno. Keren! Aku sukaaa sekali melihat sosok bapak Ryamirzard Ryacudu. Sama seperti Bapak Try Sutrisno : Gagahhh. Ibu Nora adalah seorang dokter gigi yang pintar sekali bermain gitar. Keren ya ibu - ibu Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana ini.

 
Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana yang sekarang adalah Ny. Sita Mulyono. Istri dari Jendral TNI Mulyono. Beliau adalah Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana yang ke 35. Semua ibu - ibu ini yang sangat berjasa terhadap Persit Kartika Chandra Kirana.

Semoga informasi diatas bisa berguna untuk kamu semua ya, khususnya kamu yang akan menjadi anggota Persit Kartika Chandra Kirana. Jangan lupa mendasar yang harus ada di luar kepala.

Persatuan Istri Prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana, didirikan di Purwakarta pada tanggal 3 April 1946 berasaskan Pancasila dan Undang - Undang Dasar 1945 serta tetap membina terjalinnya : Persatuan, Kesatuan,  Persaudaraan, serta Kekeluargaan dan Rasa Senasib, Sepenanggungan Serta Seperjuangan Sebagai Istri Prajurit
Sifat dan Watak Persit Kartika Chandra Kirana : Suci, setia, sepi ing pamrih, rame ing gawe. Ikhlas, rela, bijaksana dan cendekia. Berani dan bertanggung jawab.
Jangan lupa hafalkan MARS dan HYMNE Persit

 Have a great day

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir ke www.ROOSVANSIA.com, silahkan tinggalkan pesan atau pertanyaannya. So sorry kalau comment yang berisi promosi website, jualan, dsb akan langsung masuk ke SPAM. Have a great day.

You May Also Like
Back
to top