5 Film Action Terfavorit Sepanjang Masa


Aku sukaaaaa banget nonton film. Aku bisa banget untuk menghabiskan waktu berjam - jam dan nonton film nonstop hihihihi. Movie marathon dengan segala jenis film tergantung mood. Tapi aku punya top 5 film action laki favorit yang menurut aku ini adalah salah satu film terbaik yang pernah dibuat.

Sebagian besar dari film - film dibawah ini terinspirasi dari kisah nyata.  Rasanya beda loh kalau nonton film base on true story. Lebih berasa feelnya, apalagi in the end suka ada foto - foto tokoh dibalik filmnya dan bagaimana kehidupan mereka sekarang ini. Mau tau film apa aja yang aku suka? Here we go.


The Shawshank
Redemption 9.3
The Shawshank Redemption is a 1994 American drama film written and directed by Frank Darabont, based on the 1982 Stephen King novella Rita Hayworth and Shawshank Redemption. It tells the story of banker Andy Dufresne (Tim Robbins), who is sentenced to life in Shawshank State Penitentiary for the murder of his wife and her lover, despite his claims of innocence. Over the following two decades, he befriends a fellow prisoner, contraband smuggler Ellis "Red" Redding (Morgan Freeman), and becomes instrumental in a money laundering operation led by the prison warden Samuel Norton.

Kalau kamu buka IMDB.com, The Shawshank Redemption duduk di peringkat film terbaik yang paling tinggi, dibawahnya diikuti dengan film Godfather. Jadi kalau kamu punya waktu, better kamu nonton film ini.

Ceritanya tentang Andy Dufresne, seorang banker yang masuk penjara karena dituduh membunuh istri dan selingkuhannya. Padahal dia tidak melakukan pembunuhan. Even dia tau istrinya berselingkuh dengan orang lain, dia tidak setega itu membunuh perempuan yang sangat dicintainya. Ya begitulah hukum ya, ngga ada yang sempurna dan pada masa itu 1994, Andy Dufresne harus mendekam di penjara selama puluhan tahun.

She was beautiful. God I loved her. I just didn't know how to show it, that's all. I killed her, Red. I didn't pull the trigger, but I drove her away. And that's why she died, because of me.


Selanjutnya di penjara dia bertemu Ellis "Red" Redding dan beberapa orang lainnya yang akhirnya menjadi sahabat Andy. Mereka melalui suka duka bercengkrama sehari - hari, berbagi cerita tentang mengapa mereka bisa berada disana, kejahatan apa yang mereka lakukan, impian mereka di masa depan, dll. 

Prison labor has its roots in slavery. After the 1861-1865 Civil War, a system of “hiring out prisoners” was introduced in order to continue the slavery tradition. Freed slaves were charged with not carrying out their sharecropping commitments (cultivating someone else’s land in exchange for part of the harvest) or petty thievery – which were almost never proven – and were then “hired out” for cotton picking, working in mines and building railroads. From 1870 until 1910 in the state of Georgia, 88% of hired-out convicts were Black. In Alabama, 93% of “hired-out” miners were Black. In Mississippi, a huge prison farm similar to the old slave plantations replaced the system of hiring out convicts. The notorious Parchman plantation existed until 1972. - globalresearch.

Banyak film - film lawas yang menampilkan dimana narapidana bersama - sama disuatu lahan dan diawasi oleh sipir penjara, kaki mereka dirantai besai, tidak boleh saling bicara satu dengan lainnya dan yang mereka lakukan adalah bekerja sepanjang hari. Jadi narapidana di Amerika itu memang dipekerjakan secara paksa untuk pembangunan jalan, pertambangan, perkebunan, dll sesuai kebutuhan.


Hal itu juga yang dilakukan Andy, Red dan teman - teman yang lain selama mereka di penjara. Sampai suatu ketika, diwaktu mereka mengerjakan aspal atap penjara, Andy menanggapi ucapan seorang kepala sipir penjara. Andy hampir dilempar dari atap penjara, untungnya ngga jadi karena Andy memberikan solusi atas permasalahan keuangan yang dihadapi om sipir. NICE.

Apa yang Andy sampaikan ternyata benar dan berhasil. Andy diperkenankan untuk meminta sesuatu sebagai balasannya. Apa yang Andy minta sangat mencengangkan dan membuat semua teman - teman narapidana disitu salut dan semakin menghormati Andy. Andy meminta waktu istirahat sejenak dan sebotol bir untuk semua pekerja di atap. WOW.

We sat and drank with the sun on our shoulders and felt like free men. Hell, we could have been tarring the roof of one of our own houses. We were the lords of all creation. As for Andy - he spent that break hunkered in the shade, a strange little smile on his face, watching us drink his beer.

Sejak saat itu Andy sangat disegani oleh seluruh orang di penjara, malahan dia sering diminta bantuan untuk menyelasaikan masalah keuangan yang dialami para sipir penjara. Sampai pada akhirnya kepala penjara memberikan dia tempat di perpustakaan untuk Andy "membuka kantornya".

Tapi suatu saat Andy menemukan kecurangan yang dilakukan oleh kepala penjara. Huh. Ternyata ini tentang pencucian uang. Akhirnya Andy melakukan sesuatu yang sangat ngga akan pernah bisa kamu tebak. Speechless. Kamu harus nonton, karena ngga asik kalau diceritain hihihihi.


Terakhir Andy keluar dari penjara dengan cara yang sangat luar biasa. Dia bisa mengapai mimpinya untuk membeli sebuah kapal dan mendirikan rumah di pesisir pantai Pasific dan tidak bisa ditangkap lagi. Sementara kepala penjara berakhir dengan bunuh diri, karena kecurangannya terpampang di halaman depan seluruh surat kabar.
Andy Dufresne,
who crawled through a river of shit and
came out clean on the other side.

Andy Dufresne... headed for the Pacific.


PESAN MORAL


Hukum manusia bisa saja tidak adil padamu, tapi hukum Tuhan selalu adil dan semua tepat pada waktuNya. Yang berbuat salah ya pasti akan mendapatkan penghakiman terakhirnya, sekarang hanya masalah waktu aja. Cepat atau lambat.

Jadilah pintar dan kuasai hal yang kita suka dengan sebaik - baiknya. Karena ilmu itu akan selalu kepake dimanapun kita berada. Orang bisa mengambil kebebasan kita, tapi mereka ngga bisa mengambil kepintaran kita, imajinasi kita, dsb. Karena kebahagiaan bukan hanya tentang apa yang bisa kita jalanin kan? Tapi juga tentang apa yang bisa kita pikirin dan tentang pengharapan.

There are places in this world that aren't made out of stone. That there's something inside... that they can't get to, that they can't touch. That's yours. HOPE.



Frank Lucas sarapan bersama adik dan ponakannya
 

American Gangster

American Gangster is a 2007 American biographical crime film directed and produced by Ridley Scott and written by Steven Zaillian. The film is fictionally based on the criminal career of Frank Lucas, a gangster from La Grange, North Carolina who smuggled heroin into the United States on American service planes returning from the Vietnam War, before being detained by a task force led by detective Richie Roberts.

Aku menonton film ini karena aku sukaaaaa banget sama Denzel Washington. FIX semua filmnya Denzel Washington bagus pake BANGET. Actingnya oke, pembawaanya santai, ekspresinya masuk banget dan jalan ceritanya bagus.

Frank Lucas memperkenalkan daerah kekuasaannya

American Gangster juga diangkat dari kisah nyata seseorang bernama Frank Lucas, African American yang miskin dan punya banyak keluarga. Sampai pada suatu ketika dia melanjutkan perjuangan "gurunya" menjadi seorang gangster. Yes. Ini film tentang orang jahat yang punya berbagai tindakan kriminal yang meresahkan masyarakat dan diincer - incer sama polisi. 

Frank Lucas : The man I worked for, he had one of the biggest companies in New York City- he ran it for more than fifty years. Fifteen years, eight months, nine days- I was with him every day. I looked after him, took care of him, protected him. I learned from him. Bumpy was rich, but he wasn't white man rich, you see he wasn't wealthy. He didn't own his own company. He thought he did, but he didn't. He just managed it. White man owned it so they owned him. Nobody owns me, though. Because I own my company. And my company sells a product that's better than the competition at a price that's lower than the competition.


Frank Lucas satu - satunya gangster Amerika yang datang sendiri ketemu bos heroin, memotong jalur percaloan dan mengimport lansgung dari Vietnam dan negara Asia disekitarnya menyeludupkannya masuk ke Amerika menggunakan pesawat militer yang sedang perang di Vietnam supaya barang yang diproduksinya bisa dijual dengan harga murah. Gila kan. Kok bisa? Ya bisa, uangnya banyak. Semua orang suka uang hihihihi.

Frank Lucas memproduksi "blue magic", heroin MURNI tanpa campuran kualitas terbaik dengan harga yang lebih murah daripada yang ada dipasaran. Jadi banyak sekali pelangganan yang dengan rutin memberi barang dari Frank Lucas.


Frank jadi sukses dan kaya raya. Kemudian dia mengajak semua keluarganya untuk tinggal bersama dengan dia disuatu rumah mewah yang sangat besar. Rumah itu dia berikan kepada ibunya. Frank sangattt sayang kepada ibunya. Adik - adik, sepupu dan keponakannya kemudian dipekerjakan dan difasilitasi dengan segala kemewahan.

The most important thing in business is honesty,
integrity, hardwork... family...
never forgetting where we came from.  

Frank juga menikahi seorang perempuan yang ditemuinya di suatu tempat. Love at the first sight. Perempuan keturunan latin itu pun bergabung bersama keluarga Frank di rumah barunya. Banyak orang, berbagai latar belakang dan pemikiran bersatu dalam suatu tempat memicu terjadi konflik keluarga, dimana keluarganya ada yang mencoba heroinnya. Wahhh, Frank sangat amat marah sekali.

Success. It's got enemies.
You can be successful and have enemies
or you can be unsuccessful and have friends.

Frank Lucas bekerjasama dengan polisi

Hidup ini adalah pilihan. Terakhir Frank ditangkap dan dipenjara selama 70 tahun hihihi, lama yes. Tapi kemudian Frank membantu polisi mengungkap jaringan narkoba dan karena itu Frank bebas bersyarat dan kembali kemasyarakat untuk melanjutkan hidupnya.

PESAN MORAL


Jangan pernah berurusan sama narkoba. Awalnya emang bisa menikmati penghasilan dan kemewahan. Tapi ujung - ujungnya sengsara juga kok. Penjara. Terpisah dari keluarga, masa depan berantakan. Jangan harap orang yang menghancurkan masa depan orang lain bisa hidup tentram dan bahagia. Apa yang kau tanam ya itu yang kau tuai, akan selalu ada bayaran untuk hal buruk yang kita lakukan *tsahhh.





Public Enemies

Public Enemies is a 2009 American biographical mob drama film directed by Michael Mann and written by Mann, Ronan Bennett and Ann Biderman. It is an adaptation of Bryan Burrough's non-fiction book Public Enemies : America's Greatest Crime Wave and the Birth of the FBI, 1933–34. Set during the Great Depression, the film chronicles the final years of the notorious bank robber John Dillinger (Johnny Depp) as he is pursued by FBI agent Melvin Purvis, Dillinger's relationship with Billie Frechette, as well as Purvis' pursuit of Dillinger's associates and fellow criminals Homer Van Meter and Baby Face Nelson.

Ya, lagi - lagi kisah nyata tentang penjahat hihihihi. John Dillinger adalah perampok bank terbesar pada masanya. Dia ngga segan melukai orang disekitarnya, tapi sangat sopan kepada perempuan. Makanya banyak perempuan yang justru tergila - gila padanya hahahhaha.

Entah kenapa begitu aku nonton si American Gangster dan Public Enemies ini, aku jadi ngefans sama dua penjahat itu hihihihi. Why? Karena (yg di film loh ya), mereka penjahat, tapi mereka tidak berlaku kasar pada pasangannya dan juga orang tuanya. Sejauh yang aku baca di biografinya juga begitu, tapi ngga tau juga ya kalau ada cerita lain dibaliknya.

Jhon bertemu Frechette untuk yang pertama kalinya

Kalau yang kita sering denger, penjahat itu suka kasar tanpa pandang bulu, ke orang tuanya, ke istrinya, ke anak, ke pacarnya, apalagi orang lain. Seperti di film sebelumnya, pada film Public Enemy ini juga cuma ada satu perempuan dalam kisahnya Jhon Dillinger, namanya Frechette.

I was raised on a farm in Moooresville, Indiana. My mama died when I was three, my daddy beat the hell out of me cause he didn't know no better way to raise me. I like baseball, movies, good clothes, fast cars, whiskey, and you... what else you need to know?
 
Perempuan yang dia temui disuatu restoran saat Jhon dan rekan - rekannya sedang makan malam. Perempuan yang sama setia menemani Jhon sampai akhir hidupnya. Bahkan Frechette sempat disiksa sama salah satu polisi yang mengincar Jhon, karena Frechette tidak mau memberitahukan keberadaan Jhon dan apa rencana Jhon selanjutnya.


They're looking at me because they're not used to having a girl in their restaurant in a $3 dress.

Listen, doll. That's 'cause they're all about where people come from.
The only thing that's important is where someone's going.  
John Dillinger juga romantisss banget di film ini. Dari caranya menatap pasangannya, gimana dia memakaikan jaket kepada pasangannya dan memperlakukan pasangannya dengan baik. Satu scene yang paling berkesan dan berhasil bikin aku mewek (anaknya cengengnisasi banget) adalah pada saat John Dillinger tewas terbunuh, dia sempat mengucapkan salam perpisahan untuk disampaikan kepada Frechette, "Bye bye Blackbird". Bye bye Blackbird ini ada lagunya juga yang romantis bangettttt dan sedih *hiks, coba deh dengerin di youtube.

Pack up all my cares and woes
Feeling low here I go
Bye, bye blackbird
Where somebody waits for me
Sugar sweet so is she
Bye, bye blackbird
No one seems to love or understand me
And all the hard luck stories they keep handing me
Where somebody shines the light
I'll be coming on home tonight

Bye, bye blackbird
Bye bye blackbird
Bye bye blackbird

Jhon dalam aksinya selalu bersenjata api

PESAN MORAL


Yang dilakukan Jhon memang adalah kejahatan, merampok bank, melukai polisi, dll. Dan sama seperti yang dialami Frank Lucas dalam film American Gangster, Jhon juga harus membayar kejahatannya. Tapi bukan penjara, melaikan kematian. Tewas terbunuh dengan peluru menembus kepala yang mengakibatkannya terjatuh dan tewas seketika. Tidak ada waktu untuk mengaku dosa, tidak ada waktu untuk menebus kesalahannya, apalagi untuk pamit ke orang - orang tersayang.





 

Lone Survivor

Lone Survivor is a 2013 American biographical war drama film based on the eponymous 2007 non-fiction book by Marcus Luttrell with Patrick Robinson. Set during the war in Afghanistan, it dramatizes the unsuccessful United States Navy SEALs counter-insurgent mission Operation Red Wings, during which a four-man SEAL reconnaissance and surveillance team was tasked to track down the Taliban leader Ahmad Shah.

Another true story. Aku memang "dibiasakan" untuk menonton film - film yang bergendre perang dan action. Karena papaku suka banget film seperti ini, ya entah karena biasa atau karena dipaksa atau karena takdir ahahahha. Karena at the end aku jadi istri tentara, jadi sedikit banyak sudah ada gambaran tentang bagaimana perang dan kehidupan mereka yang dikisahkan lewat film.

Begitu Lone Survivor tayang, aku langsung cuzzz nonton di bioskop. GILA! Ini film dasyat. Bagus banget dan endingnya sedih luar biasa. Sesuai dengan judulnya, Lone Survivor. Terakhir hanya 1 yang selamat. Prajurit lainnya tewas ditembaki musuh, karena mereka terjebak dan tidak ada bala bantuan karena sulitnya komunikasi lewat telepon satelit.


Aksi tembak menembaknya intens banget dan menegangkan. Ini bener - bener PURE film perang. Ngga ada scene romantis sama sekali. Ngga ada interaksi dengan perempuan manapun. Seinget aku, sepanjang film, ngga ada tokoh perempuan yang dihadirkan (kecuali masyarakat di pedesaan).

Kematian hampir semua tokoh difilm ini bisa dibilang sangat sepele. Mereka cuma kegep sama kakek tua dan anak kecil yang lagi ngasih makan kambingnya. Dan perdebatan terjadi ketika mereka mau membunuh si kakek dan anak kecil atau melepaskan mereka.

Kenangan terakhir semasa hidup

Duh, dilema kan. Dilema ini memang bener - bener mereka alami ya. Banyak film - film perang (atau kejadian aslinya) yang mengumpani anak - anak. Pertama supaya si tentara Amerika iba dan megurungkan niat untuk membunuh. Ya kan anak - anak, masa iya jahat. Dilain sisi kalau dibunuh jadinya pelanggaran HAM. Bzzzzzz. Aku pun bingung harus bagaimana. Ya sudahlah.

Intinya karena mereka melepaskan si anak kecil kucrut itu, mereka jadi diserang sama tentara Taliban *hiks. Puluhan atau lebih VS 5 orang. Ya kira - kira aja siapa yang kalah. Sampai pada suatu ketika si Marcus diselamatkan sama warga disalah satu daerah yang memang bertolak belakang dengan kebijakan Ahmad Shah.


There's a storm inside of us. I've heard many team guys speak of this. A burning. A river. A drive. An unrelenting desire to push yourself harder and further than anyone could think possible. Pushing ourselves into those cold, dark corners, where the bad things live. Where the bad things fight. We wanted that fight at the highest volume. A loud fight. The loudest, coldest, darkest, most unpleasant of the unpleasant fights.

Marcus mendapatkan penghargaan dari President George W Bush. Mohammad Gulab (kanan)

PESAN MORAL


Ternyata ngga semua yang kita pikir baik itu baik dan ngga semua yang kita pikir jahat itu jahat. Jadi tetap percaya kalau dibalik segala hal yang buruk, selalu ada kebaikan yang mengikuti. At the end Marcus diselamatkan oleh tentara Amerika dan sampai sekarang tetap bersahabat dengan Mohammad Gulab.

Persaudaraan itu ngga tergantung agamanya apa, sukunya apa, warna kulitnya apa. Orang baik itu ada dimana aja even kita berada di daerah kekuasaan musuh, ngga semuanya adalah musuh. Atas keberanian dan kebaikan hati Mohammad Gulab, tentara Amerika justru ikut melindungi mereka.





Hacksaw Ridge 8.1

Hacksaw Ridge is a 2016 biographical war drama film directed by Mel Gibson and written by Andrew Knight and Robert Schenkkan, based on the 2004 documentary The Conscientious Objector. The film focuses on the World War II experiences of Desmond Doss, an American pacifist combat medic who, as a Seventh-day Adventist Christian, refused to carry or use a weapon or firearm of any kind. Doss became the first conscientious objector to be awarded the Medal of Honor, for service above and beyond the call of duty during the Battle of Okinawa.

War. War. War. Im so excited ketika ada lagi film perang bagus yang tayang di bioskop. Apalagi ini film garapannya Mel Gibson. Sejak film Passion of The Christ, Mell selalu bikin satu adegan ini kayak beneran. Lukanya ya kayak beneran, sadisnya ya beneran. Maksudnya dibuat se real mungkin jadi kita bener - bener seperti melihat kejadian yang sebenarnya.

Kalau kamu ngga kuat lihat darah dan luka mengaga dimana - mana, better jangan nonton film ini. Tapi kalau kamu mau lihat karya - karya terbaik film bergendre perang yang pernah dibuat, ya kamu HARUS nonton Hacksaw Ridge.

Yang bikin Hacksaw Ridge jadi favorite aku adalah karena ini kisah nyata. Kisah nyata dari seorang "GILA" yang namanya Desmond Doss. Ya gimana ngga gila. Ini one of a kind manusia di dunia. Pertama dia adalah dua bersaudara dari seorang ayah yang pensiunan tentara. Ayahnya stress parah karena kehilangan sahabatnya yang tewas terbunuh saat perang. Desmond hidup bersama ibu dan adik serta ayah yang sangat kasar. Suka mukul anak - anak dan juga ibunya.

Suatu saat Desmond lagi main sama adiknya dan tanpa sengaja memukul kepala adiknya dengan batu dan mengakibatkan adiknya terluka cukup parah. Sejak saat itu Desmond selalu tergiang - ngiang pada Hukum Taurat ke 6 yang disampaikan nabi Musa, "jangan membunuh".


Masa remaja Desmond dihabiskan dengan keluarga, sahabat dan juga beraktifitas di lingkungan gereja. Sampai suatu saat Desmond harus mengantarkan temannya yang terluka ke rumah sakit. Dari situ Desmond bertemu seorang perawat dan (lagi - lagi) jatuh cinta pada pandangan pertama uhhhh so sweet.

Ever since you stuck me with that needle,
my heart's been beatin' real fast.
Every time I think about you, beats faster still.

Keesokan harinya Desmond datang lagi dan lagi dan lagi. Sampai satu saat Desmond memutuskan untuk mengikuti wajib militer dan bergabung dalam pelatihan militer untuk kemudian ditugaskan perang melawan Jepang.

Demond menolak menggunakan senjata

Konflik terjadi ketika Desmond menolak menggunakan senjata untuk latihan. Ini orang beneran "GILA" in a good way. Dia ngga mau megang senjata karena dia ngga mau melukai orang. Membunuh bertentangan dengan Hukum Taurat. But, how come tentara ngga pengang senjata coba?

Desmond Doss : Because when the Japanese attacked Pearl Harbor, I took it personal. Everyone I knew was on fire to join up, including me. There were two men in my hometown declared 4-F unfit, they killed themselves cause they couldn't serve. Why, I had a job in a defense plant and I could've taken a deferment, but that ain't right. It isn't right that other men should fight and die, that I would just be sitting at home safe. I need to serve.

I got the energy and the passion to serve as a medic, right in the middle with the other guys. No less danger, just... while everybody else is taking life, I'm going to be saving it. With the world so set on tearing itself apart, it doesn't seem like such a bad thing to me to wanna put a little bit of it back together.

Dari situ Desmond abis - abisan dibully teman - temannya, digebukin, dihukum, sampai disidang karena dianggap melawan pimpinan. Akhirnya ayahnya yang sekarang seorang veteran datang dan meminta bantuan pada seorang Jenderal yang adalah atasannya saat perang dulu. Desmond mendapatkan ijin untuk ikut berperang tanpa senjata dan sebagai petugas medis. Desmond memang sudah menguasai berbagai hal tentang penanganan luka, pengobatan, dll.

Help me get one more

Ceritanya makin bikin stress plus mendebarkan dan bikin terharu, saat mereka semua perang dan Desmond lari kesana kemari untuk menolong teman - teman yang sudah terluka. Sampai di akhir perang dia "ketinggalan" dimedan perang dan terus menolong teman - teman yang masih hidup dengan mengangkat mereka dan menurunkan mereka ke sisi perbatasan yang aman.

Help me get one more
Please lord, help me get one more, help me get one more.

Untungnya tentara jaga dibawah merespon ketika ada korban - korban yang turun dari medan perang dan mereka langsung membawanya ke basecamp. Nah, disini semua bingung. Pasukan sudah ditarik mundur, lah kok masih ada korban selamat yang berdatangan.  Doa Desmond supaya Tuhan memberikan kesempatan dan kekuatan supaya dia bisa menyelamatkan satu orang lagi, satu lagi, satu lagi dan satu lagi. Sampai lebih dari 50 orang dia selamatkan sepanjang malam, termasuk 2 orang tentara Jepang.


Ketika Desmond sudah kembali ke basecamp, semua orang terdiam dan menjadi sangat segan kepadanya. Malah ketika mereka akan perang di hari berikutnya, mereka bersama Desmond berdoa. Minta penyertaan Tuhan. Alkitabnya selalu dibawa kemanapun dia pergi dan Desmond tidak pernah berhenti berdoa.

Desmond Doss : Have you not heard? The Lord is the everlasting God, the Creator of the ends of the Earth. He will not grow tired or weary, and His understanding no one can fathom. He gives strength to the weary and increases the power of the weak. Even youths grow tired and weary, and young men stumble and fall. But those who hope in the Lord will renew their strength. They will soar on wings like eagles. They will run and not grow weary. They will walk and not be faint.

Desmond Doss mendapatkan penghargaan tertinggi

PESAN MORAL


Selalu mengandalkan Tuhan disegala hal yang kita lakukan apapun agama yang kita percayai, berserah penuh dan percaya kalau Tuhan punya rencana untuk hidup kita. Desmond Doss menjadi pembuktian kalau kita hidup sesuai dengan hukum Tuhan, kita akan selamatkan dari segala mara bahaya.




 Disclaimer : Semua foto yang terlampir aku ambil dari IMDB.com kemudian aku editing kembali supaya tampilannya lebih baik. Tentang filmnya sendiri aku copy dari WIKIPEDIA.


Tiap kali inget film - film diatas dan menyerap apa yang jadi pesan moral di setiap ceritanya, aku jadi merasa kembali diingatkan kalau segala sesuatu di dunia ini punya hukum sebab akibat. Apa yang kita tanam itu yang akan kita tuai.

Jadi ayok menanam kebaikan terhadap kehidupan ini dan terhadap banyak orang, karena kita ngga akan pernah tau kapan waktu kita "selesai" di dunia ini. Apakah masih ada kesempatan berbuat baik dan bertobat? Belum tentu. 

So, mulai sekarang kita harus bisa lebih memanusiakan manusia. Dimana manusia saling "makan - memakan" ya kita jangan, dimana manusia saling mengadu domba, ya kita jangan. Selalu bersyukur dan menatap kebawah, kalau masih banyak orang yang lebih susah dari pada kita. Tapi harus juga menatap keatas, kalau manusia harus punya masa depan, mimpi dan pengharapan yang harus diperjuangkan dan semuanya diserahkan pada Tuhan.

Pembahasan kali ini berat ya hihihi
Yuk ah istirahat dulu :))


CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir ke www.ROOSVANSIA.com, silahkan tinggalkan pesan atau pertanyaannya. So sorry kalau comment yang berisi promosi website, jualan, dsb akan langsung masuk ke SPAM.

Have a great day.

You May Also Like
Back
to top