[Me and My Husband TRIP] Wonderful Indonesia, Sumatera Utara


Ini adalah trip pertama kami setelah menikah. Judulnya trip pulang kampung hihihihi. Aku harus kembali ke tanah Batak. Rumah untuk semua orang Batak dan orang - orang yang cinta akan seni dan budaya. Dalam tulisan ini, i'll show you how Wonderful Indonesia is.

Perjalanan kami dimulai dari Bandara Soetta menuju Kualanamu. Perjalanan menempuh waktu 2 jam. Sampai di Kualanamu kami sudah dijemput dan mampir ke rumah saudara di Medan. Istirahat semalam di Medan, besok paginya kami melanjutkan perjalanan menggunakan mobil menuju  Sidikalang. Salah satu kota terdingin di Sumut yang berada diatas bukit dan kaya akan hasil kopinya yang sudah mendunia dan dicintai para penggila kopi.

 
Perjalanan lancar dan menyenangkan. Enaknya kalau berkendara di lintas  Sumatera, supir bus dan truknya mau mengalah. Misal mereka berada di depan, mereka mau melambat bahkan sampai minggir supaya kita bisa mendahului. Kalau kita mau menyalip diperbukitan yang meliuk - liuk dan ada kendaraan dari arah sebaliknya, supir bus atau truk akan menyalakan lampu sen mereka untuk memperingati kita, seolah - olah menyampaikan "Awas, hati - hati. Tahan dulu sikit".


Perjalanan menuju ke Sidikalang melewati desa - desa dan masuk kedalam hutan. Waktu itu sangat sepi dan kabutnya tebal. Dalam kondisi seperti ini jarak pandang bisa hanya 5 meter saja. Jadi memang perlu pengalaman dan skill untuk bisa nyetir di lintas Sumatera.

Medan - Sidikalang itu kira - kira 7 jam jalan santai dan makan sambil meluruskan kaki di lapo hihihi. Hampir semua lapo disepanjang jalan itu enakkk. Tapi kalau belum pernah makan disitu, baiknya cari lapo yang pengunjungnya rame. Namanya lapo, akan selalu ada menu babinya ya, jadi dipilih - pilih mau makan dimana kalau kamu memang tidak mengkonsumsi babi.



SIDIKALANG


Kami sampai di Sidikalang sore hari, langsung checkin di Hotel Sidikalang. Salah satu hotel yang bagus dan bersih. Kamarnya besar, kamar mandi dalam cukup bersih dan ada TV, no AC. No need AC karena Sidikalang dingin.


Hari ini adalah family time. Berkumpul bersama keluarga besar untuk panen jeruk. Kebetulan mertua punya kebun jeruk siap panen. Buahnya besar dan rasa jeruknya manis. Yes, jeruk Sidikalang memang punya warna yang lebih hijau, berbeda dengan jeruk dari daerah lainnya.

Pagi - pagi, belum mandi, cukup cuci muka dan sikat gigi. Aku dan ponakanku yang lucu - lucu berburu jeruk  hihihihi. Sambil dipetikin sambil dimakanin juga. Selain kopi Sidikalang, jeruk memang jadi sumber kehidupan bagi masyarakat Sidikalang. Lalu ada juga durian, cabe, kol, dll.
 

Selama di Sidikalang, kami juga sempat mengunjungi kebun kopi mertua. Aku sangat penasaran dengan kopi Sidikalang yang sangat terkenal itu. Rupanya begini toh pohon dan buahnya yang merah seperti cerry dan dagingnya yang punya rasa manis.




PULAU SAMOSIR


Selanjutnya kami akan jalan - jalan ke Pulau Samosir dan menikmati kembali keindahan Danau Toba. Kami mulai perjalanan dengan meninggalkan Sidikalang menuju ke Danau toba melewati pegunungan yang sangat terjal, jalur Tele.


Jalur ini sering memakan korban jiwa karena tracknya yang curam. Aku ngga menyangka kalau jalannya segila ini, sepanjang jalan aku berdoa untuk keselamatan kami. Sumpah rasanya takuttt banget. Tapi rasa takutnya terobati dengan betapa indahnya Danau Toba dari atas bukit. CANTIK BANGET. Untuk pertama kalinya aku lihat Danau Toba dari sisi lain yang cantiknya kebangetan. Ada satu spot yang agak mirip sama Raja Ampat, tapi sayang kameraku ngga bisa mengabadikannya.


Di perjalanan aku sempat bertemu dengan rombongan yang ingin menikah, mereka berjalan kaki dari rumah ke Gereja diiringi terompet. Sampai di Samosir aku langsung checkin di Samosir Villa Resort. Hotelnya bagusss, bersih, konsepnya keren dan pemandangannya luar biasa. Buka pintu teras kamar, aku langsung bisa melihat keindahan Danau Toba. Amazing sekali dengan keindahan ciptaan Tuhan di Indonesia ini. Ngga heran kalau sekarang Danau Toba makin dicintai wisatawan dari segala penjuru dunia.


Aku kepengen sekali berziarah ke makam Raja Batak yang dulunya berkuasa di tanah Samosir. Menuju kesana kita akan melewati berbagai toko - toko yang menjual souvenir, kain tenun, sarung khas Samosir. Harganya juga terjangkau dan tentunya bisa ditawar. Tidak jauh dari makam Raja - Raja, ada juga sebuah museum, tapi sayangnya aku ngga sempat masuk ke museum itu.

Satu tempat lagi yang dulu pernah aku kunjungi, namanya Huta Sialagan. Tempat ini punya banyak sejarah yang luar biasa. Kalau kamu pernah mendengar ada kanibalisme di tanah Batak. Ya disinilah tempatnya.


Dulu, kalau ada orang yang jahat atau musuh dari para Raja, mereka akan diadili di kursi batu. Disitu para Raja akan memutuskan apa hukuman yang pantas untuk orang ini. Mereka juga akan dipasung pada satu tempat yang seperti kandang ini, jika mereka mendapat hukuman mati konon kabarnya mereka akan dibatai dengan sadis pada meja - meja batu, dagingnya dimakan dan darah musuh akan diminum oleh Raja untuk menambah kesaktian.


Kemudian sisanya akan digunakan untuk mengecat rumah para Raja, lalu mayatnya akan digantung pada pintu kampung selama beberapa hari untuk memberikan efek jera pada masyarakat sekitar yang ingin berbuat jahat di Huta Sialagan.
 
Tapi sekarang Huta Sialagan menjadi tujuan wisata yang dipelihara dengan baik. Masyarakatnya telah mengenal agama dan menjalani kehidupan sehari - hari dengan normal dikampung itu. Sekarang ini yang tinggal disana adalah keturunan para Raja yang terdahulu, salah satunya amang dan inang pengerajin kayu ini.


They're so nice. Kami disambut dengan baik, beliau juga sempat bercerita tentang Huta Sialagan dimasa lalu dan bagaimana antusiasnya para turis asing pada tempat itu. Sebelum pulang aku sempat mengajak foto bersama dan aku dipeluk sama inang pengerajin. Aku terharu banget bisa disambut dengan baik, mereka juga mendoakan untuk kesehatanku juga suami dan semoga cepat diberikan keturunan. Amin.


Selanjutnya kami kembali ke hotel dan menikmati keindahan Danau Toba selama beberapa hari kedepan. Tapi rasanya ngga puassss, Danau Toba begitu indah, tenang dan cantikkk sekali. Saat waktunya pulang, rasanya berat sekali. Kemudian kami mengantri kapal Ferry yang akan membawa penumpang menuju ke Pelabuhan Ajibata. Pemandangan sepanjang danau itu ngga kalah indah. Udara juga sangat sejuk, walaupun kondisi siang itu cukup panas.


Aku sangat bersyukur jadi orang Indonesia yang punya berbagai tempat wisata alam yang sangat indah. Jadi tidak sabar ingin mengunjungi daerah yang lainnya bersama suami, anak dan juga keluarga.

Yuk, ikut berpartisipasi dalam Blog Competition
#WonderfulIndonesia


 

CONVERSATION

7 comments:

  1. Resort nya keren banget ya mba. View nya juga bagus. Jadi pengen baca review khusus resortnya

    ReplyDelete
  2. Pemandangan danau Toba cantik bangeeet, menenangkan hati... Pantesan yaaa terasa berat waktu mau pulang. Wah aku baca cerita Huta Siallaga malah jadi merinding sendiri bayangin masa lalu kayak gitu. Untung sekarang kehidupannya udah baik yaaa

    ReplyDelete
  3. Sidikalang, Samosir, Danau Toba cantik semua. Itu kabutnya tebal banget ya, kebayang kayak apa dinginnya selama di perjalanan. Brw aku lihat pemandangan di Sumatra Utara ini qo mirip sama di Tana Toraja yaa, ciri khas atap rumahnyapun mirip dan cantik. Proud to be Indonesian 💕.

    ReplyDelete
  4. Rooos dirimu imut sekali :) kopi sidikalang memang terkenal kan ya... rasanya saya sering denger. dan sumut keindahannya sudah terkenal :)

    ReplyDelete
  5. Samorsir villa resortnya rate semalamnya berapa kak?? Bagus banget viewnya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke www.ROOSVANSIA.com, silahkan tinggalkan pesan atau pertanyaannya. So sorry kalau comment yang berisi promosi website, jualan, dsb akan langsung masuk ke SPAM.

Have a great day.

You May Also Like
Back
to top