Perjalanan Mencari Dokter Kandungan Terbaik di Serpong Sampai ke Cerita Keguguran


Setelah menikah, kurang lebih 4 - 5 bulan kemudian aku hamil. YAY. Lalu aku mulai cari referensi dokter kandungan yang TERbaik di Serpong dari forum di Female Daily. Bukannya sombong, tapi aku memang takut dengan urusan - urusan kesehatan dsb. Aku ngga pernah dirawat dirumah sakit dan aku takut kalau harus diinfus, disuntik sana sini. Hiiiiii, seremmmmmm. Setelah pencarian beberapa lama, lalu ketemulah beberapa nama dokter kandungan yang mayoritas laki - laki.

Aku pribadi tidak masalah dengan dokter laki - laki, aku malah merasa mereka lebih teliti dan lebih bisa memahami pasien dengan baik. Menurutku laki - laki lebih bisa lebih teliti tanpa melibatkan perasaan (permasalahan yang terjadi padanya hihihi). Bukan berarti dokter perempuan ngga ada yang begitu loh ya, tapi aku lebih nyaman kalau dokternya laki - laki.

Dari berbagai review yang aku baca, aku bisa menyimpulkan kalau salah satu yang terbaik adalah dr. Ong Tjandra, MMed (Paed), SpOG(K)Onk. Kalau ada huruf K nya artinya dokter itu adalah konsultan, jadi keilmuannya dan pengalamannya lebih banyak lagi. Sedangakan Onk (sub spesialis) artinya Onkologi (kanker, masalah pada kehamilan).


TENTANG DR. ONG TJANDRA
Ong Tjandra, dr., MMPd., SpOG (K), was born in Jakarta, 1 November 1960. Married to Moudy E.U Djami in 2008. He had 3 daughters Tiwi, Riri and Alexa. Day-to-day work as an obstetrician at the Carolus Summarecon Serpong  Hospital, Bethsaida Hospital, clinical instructor/Labor Educator at RSUD Tangerang and also practice at his private clinic “Sehati” Gading Serpong every afternoon from Monday to Friday. He has been continuing his studies in Educational Management (S3) Pakuan University Bogor since 2012. He often uses his spare time to teaching at STIKES Bina Medika Permata Medika and Akbid Bina Husada Tangerang.

RIWAYAT PENDIDIKAN
  • Kedokteran Umum Universitas Katholik Atmajaya - Jakarta
  • Kedokteran Umum Universitas Sebelas Maret - Surakarta
  • Spesialis Kebidanan dan Kandungan Universitas Hasanuddin - Makassar
  • Sub Spesialis Onkologi Ginekologi Universitas Indonesia - Jakarta
  • Magister Manajemen Pendidikan STIE Ganesha - Jakarta
  • S3 Kedokteran Universitas Indonesia - Jakarta

RIWAYAT PEKERJAAN
  • Poliklinik Wijaya Kusuma, Surakarta (1982-1986) 
  • Puskesmas Kecamatan Sanggeng, diperbantukan sebagai dokter terbang Gereja Kristen Injili di Kabupaten Manokwari, Sorong dan Fak Fak, Irian Jaya (1987-1992) 
  • Puskesmas Kecamatan Menteng, Jakarta (1992-1993)
  •  RSUD Serui (Tugas Resident), Irian Jaya (1997)
  •  RS PT. Inco Soroako (Tugas Resident), Sulawesi Selatan (1998) 
  • RSUD SoE Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT (1998-1999) 
  • RSMM Kabupaten Mimika, Timika - Irian Jaya (1999-2002) 
  • RSIA/GSI Kabupaten Mimika, Timika - Papua (2002-2005) 
  • Klinik 24 Jam Medika Timika, Papua (2002-2005) 
  • RSU Global Medika, Tangerang (2005-2007) 
  • RSUD Kabupaten Mimika, Timika - Papua (2007-2009)
  •  RSKB Cinta Kasih Tzu Chi, Cengkareng - Jakarta Barat (2009-2011) 
  • RSUD Kabupaten Tangeran
  • RSIA St. Carolus Summarecon Serpong, Tangerang
  • RS Betsaida Serpong, Tangerang 
  • Klinik Sehati


Aku udah feeling kalau aku ngga salah pilih dokter, aku yakin beliau bener - bener pinter dan orangnya bekerja dengan hati dan perasaan untuk kepentingan pasien bukan kepentingan pribadi (if you know what i mean). FIX aku mau konsultasi ke dr. Ong aja. Lalu aku cari dimana beliau praktek, ada di RS. Bethsaida, RS. Carolus dan Klinik Sehati (kliniknya sendiri).

KLINIK SEHATI
Ruko Voronez Blok CA24 No. 16-17
Jalan Raya Kelapa Puan, Pakulonan
Kelapa Dua, Tangerang, Banten 15810
Telp. (021) 29171379


Pertama aku telp ke Klinik Sehati, kayaknya lebih enak langsung ke Kliniknya. Mengurangi interaksi dengan orang sakit lainnya. Kalau di RS kan banyak penyakitnya. Tapi eh tapi, full booked sampai dengan 2 bulan kedepan. Ebusetttt what the maksud ???. Gimana nih, mosok baru kontrol ketika usia bayi udah 4 bulan sih hahahhaa. Untungnya aku punya teman yang bekerja di RS Bethsaida yang mau membantuku membuatkan jadwal. Itupun aku masih menunggu kurang lebih sebulan. Amazing yes hahahhaha.


Rabu, 8 Maret 2017
di RS Betsaida Serpong, Tangerang Selatan

Sebulan berlalu, aku cuz ke RS Bethsaida, menunggu beberapa lama lalu aku dipanggil ke ruangan dr. Ong. Duh, berasa ketemu artis hahahahha *lebay. Tapi bener deh, kalau ketemu orang yang pengennn banget kita temuin tuh rasanya so excited. Kesan pertama beliau orangnya ramah dan sepertinya enak diajak konsultasi.

Setelah bertanya beberapa hal tentang kapan hari pertama dalam siklus haid aku bulan lalu dan menanyakan beberapa hal lainnya,  lalu dokter memintaku untuk berbaring dan akan di USG Transvaginal (USG dengan mamasukan alat ke mulut rahim melalui daerah intim). Untuk kehamilan muda memang harus dengan trans v ini, karena kalau USG lewat perut itu janinnya masih belum bisa terlihat, terhalang dengan dinding perut dan lemak (pastinya), dll.

Aku diminta berbaring di tempat tidur di sisi lain ruangan itu. Ruangan dr. Ong di RS Betsaida cukup luas, jadi sementara aku berbaring di tempat tidur, suami bisa ngobrol dengan dokter. Kemudian suster mengganjal bagian bokong dengan bantal kecil lalu suster memasukkan alat trans v yang sebelumnya sudah diberikan gel pelumas agar licin. Rasanya tidak sakit, tapi tidak nyaman. Jadi setelah suster memasukan alatnya, lalu suster memanggil dokter dan dr. Ong datang untuk memeriksa. Sebelumnya beliau sempat ucapkan permisi dulu sama aku untuk mengarahkan alat trans v nya untuk melihat kondisi janin. Good attitude.


Satu hal yang dr. Ong bilang bikin aku dan suami lemessss. "Ukuran janin tidak sesuai dengan usianya". Jadi perkembangannya kurang baik. Lalu dengan berbagai penjelasan, dr. Ong bilang "Kita coba dengan konsumsi vitamin ya, kalau ngga berubah berarti janinnya tidak bagus". Straight to the point tapi dengan cara bicara yang santun dan lembut. Aku dikasih resep Folavit (Asam Folat) untuk dikonsumsi beberapa hari kedepan.

Total damage aku hari itu Rp. 525.000,-. Jasa dokter dan USG TransV Rp. 500.000,- dan administrasi RS Bethsaida Rp. 25.000,-. Menurutku ini harga yang cukup murah untuk jasa dokter kandungan konsultan dengan sub spesialis di Ongkologi dan di rumah sakit swasta di Serpong. Folavit sendiri harganya murah banget, seinget aku ngga sampai Ro. 35.000,-. Lalu aku pulang, menjalani hari - hariku dengan normal, minum obat dengan teratur dan mulai memperhatikan makan dan kesehatan.


Minggu, 19 Maret 2017

Sampai suatu saat aku main kerumah orang tua di Jakarta dan badanku berasa sakit bangettt, lalu aku minta dipijitin. Sehari setelah aku dipijit, kok muncul flek di pakaian dalamku. Waduh, apaan nih? Apa ini wajar? Lalu aku WA ke dr. Ong dan aku kirimin fotonya (bodo amat deh, biar jelassss hahahah). dr. Ong bilang, "Kita lihat 2 - 3 hari kedepan, kalau masih ada fleknya maka ibu ke RS". Besoknya fleknya ada lagi dan aku agak panik lalu memutuskan untuk cek ke RS dekat rumah. Aku agak khawatir karena kan harusnya kehamilan muda itu ngga wajar kalau ada flek, walaupun memang ada beberapa orang yang ada flek tapi baik - baik saja.


Senin, 20 Maret 2017
di RSIA bla bla bla

Dari beberapa nama dokter di RS itu, aku memutuskan untuk cek ke yang bergelar profesor. Aku berfikir pasti dia pintar dan bijaksana hahahhhaaha (dan ternyata TETOT). Menunggu hampir 3 jam, ya ya ya TIGA JAM dalam keresahan. Akhirnya aku ketemu sama sang profesor.

Lalu ngga lama aku disuruh rebahan di tempat tidur dan kembali akan di USG trans v. Tapi kali ini yang memasukkan alatnya itu dokternya. Iyuhhhh, why??? Padahal disitu ada susternya. Posisis tidurku udah ngga enak, posisi kakinya juga sangat ngga nyaman, kaki hampir keram salah urat karena disuruh meletakkan pada sanggahan yang ada di pinggir tempat tidur. Kalau bisa rasanya mau kaburrr aja. Udah emosiiiiii. Tapi yoweslah biar tau sekalian, sudah terlanjur disini.


Hasilnya dengan santainya dokternya bilang, "Kalau ibu bilang ada detak jantung, ini ngga ada tuh". OMG. It means she already gone. Entah kenapa aku selalu merasa janinku waktu itu perempuan. Karena selama hamil aku seneng banget lihat suami, maunya deket terus sama suami dan senengnya minta ampun waktu suami pulang kerja.

Singkat cerita Prof ini selanjutnya bilang "Ini harus dikuret, sekarang ibu tes darah lengkap dan besok kita kuret". Waktu itu aku iya iya iya aja. But, WHAT THE PAK? Dalam hati pengen ngamuk. Ogahhhhhhhhhh banget kuret disitu. HELL NO. Situ oke hahahhaha. Bukannya tes darah itu harus puasa dulu ya supaya hasilnya lebih baik (i have no idea).

Lalu aku ke admin untuk bayar - bayaran, taukah kamu berapa total damagenyaaaa??? SEJUTA SERATUS CYINNNN.


Ngga nyangka, rumah sakit lama, bisa dibilang jelek, dengan pelayanan suster yang juga kurang ramah dan ngga sigap, alat periksa yang terlihat jadul dan cara USG trans v yang gitu amat tapi mahalllllnya mak. Kalah jauhhh dengan kondisi di RS Bethsaida yang bisa dibilang kelasnya bintang ****.

Rasa hati tuh campur aduk, sedih, kesellll bangettttttt. Apalagi ketika aku tau kalau tes darah yang dimaksud Prof itu semuaaa sampai ke TORCH lengkap. Untuk TORCH aja bisa kena lebih dari 2 juta. OMG. FIX. Money oriented. Aku ngga akan pernah kembali ke tempat itu untuk selamanyaaa hahahhaha. Bye prof.



Pulang kerumah aku WA dr. Ong dan menceritakan kondisinya. Beliau bilang "Besok datang ke klinik, kita periksa dulu dan hari rabu kita jadwalkan untuk kuret". Aku sedih, aku juga menangis. Tapi aku tidak merasa terlalu sedih, karena dari awal dr. Ong sudah kasih tau kondisinya dan aku seperti setengah - setengah sayangnya. Aku juga merasa tidak ada ikatan batin yang kuat antara aku dan si janin. Yang aku pikirkan adalah aku harus sehat, berani untuk diinfus dan aku malah kepengen janinnya lekas dikeluarkan dengan bersih sih sih supaya aku bisa melakukan hal lainnya dan kedepannya menjaga makan, dsb untuk persiapan kehamilan berikutnya.


Selasa, 21 Maret 2017
di Klinik dr. Ong

Karena ini adalah kejadian yang bisa dibilang emergency, jadi aku bisa diselipkan ke antrian pasien dr. Ong tanpa harus menunggu beberapa bulan kedepan. Aku kembali diperiksa trans v dan dokter memang menyatakan kalau janinnya sudah tidak berdetak lagi. It's oke, im  fine. Ayo kita begerak dan memikirkan apa yang harus dilakukan berikutnya.

Dr. Ong : "Jadi gimana, ibu mau dikuret atau kita coba obat dulu?"

Aku : "Udahlah dok, dikuret aja"

Dr. Ong : "Kita coba obat aja dulu deh"

Aku : "Nanti gimana dok, kalau ngga berhasil. Kan dikuret juga? Dari pada bulak balik"

Dr. Ong : "Mhhh, kita coba obat dulu deh"


Ini bikin aku terharu, ketika semua dokter dan hampir semua teman - temanku yg keguguran dikuret, dr. Ong malah menyarankan aku dengan obat. Hiks.
Love you dok.


Aku : "Ngga dikuret aja dok? Baiknya gimana? Saya ikut dokter aja deh, dokter yang lebih mengerti"

Dr. Ong : "Soalnya ibu baru anak pertama, kalau dikuret nanti dinding rahimnya kurang bagus. Kita coba obat aja dulu ya. Kalau ibu sudah anak ke 2 atau ke 3 mah gapapa. Mudah - mudahan ini berhasil dan bersih, jadi ibu ngga perlu dikuret lagi"

Aku : "Tapi dok, katanya sakit banget ya?????"

Dr. Ong : "Iya, memang ini akan sakit sekali, seperti kontraksi. Tapi tiap orang beda - beda badannya. Bisa di ibu sakit sekali, bisa juga tidak. Sekarang ini satu dari empat perempuan mengalami keguguran, coba deh tanya sama teman - teman ibu. Pasti ada beberapa yang pernah keguguran."



YES!!! INDEED

Ada beberapa teman - temanku yang keguguran. Ada yang berakhir dengan jeda tidak hamil lagi sampai bertahun - tahun. Ada yang jadi PCOS. Ada juga yang ternyata ada masalah di kandungannya jadi harus kemo. Ada juga yang jadi "rusak" mentalnya dan (mungkin) cenderung jadi orang yang introvert.

Tiap orang punya cara yang berbeda dalam menyikapi hal - hal yang terjadi di hidupnya. Kalau aku lebih ke menerima, move on, sambil sharing informasi yang aku tau (alami) ke orang - orang disekitarku untuk memberikan gambaran pada mereka tentang berbagai hal yang bisa tejadi dalam kehamilan. Sedih berkepanjangan untuk aku ngga ada gunanya, better waktunya dipakai untuk mempersiapkan tubuh yang sehat dan mental yang mantap untuk kelak dipercayakan untuk hamil lagi dan jadi orang tua.


Dan dr. Ong ngga pernah kasih janji manis penuh kepalsuan #tsah.
Kalau sakit ya dibilang sakit. Semua disampaikan apa adanya.


Setelahnya aku kembali berbaring di tempat tidur, lalu suster memasukkan 2 butir obat peluruh ke dalam mulut rahim. Jadi gunanya untuk melunakkan mulut rahim dan merangsang kontraksi. Reaksinya 2 jam kedepan. Lalu aku akan kembali lagi ke Klinik Sehati setelah 3 hari.

Ada 2 butir obat yang dimasukkan dan ada 2 jenis obat yang diminum sampai habis @10 butir. Jadi total damage waktu itu adalah Rp. 550.000,- (konsultasi dokter) dan 12 butir obat minum @Rp. 20.000,- dan yang 10 butir lagi itu harganya murah banget! Cuma @Rp. 3.250,- gile yeeee.


Karena tau aku akan (kemungkinan) sangat tersiksa dalam 2 jam kedepan entah sampai kapan, maka aku ajak suami jalan - jalan untuk beli cemilan. Ya kali aja sakitnya gila - gilaan, so aku harus prepare cemilan dirumah biar hati agak senang hahahahhaha. Hampir 2 jam berlalu, rasanya mulai agak sakit euy, mules kayak mau BAB. Cuz, kita buru - buru pulang daripada kenapa - kenapa. 

"Because of the LORD’s great love we are not consumed, for his compassions never fail.  They are new every morning; great is your faithfulness."
- Lamentations 3 : 22 - 23 -

23.20 WIB
Aku minum 1 tablet yang diberikan dokter

23.36 WIB
Mulai mules sedikit demi sedikit lama - lama menjadi bukit hahahha, rasanya sakit dan membosankan. Jadi bagian rahim kayak diremes - remes. Mules dan panas. Tapi cuma terfokus di rahim saja, jadi membosankan. Aku agak susah tidur karena sakitnya. Tapi kalau dibilang sakit banget, buat aku sih ngga. Tubuhku bisa sangat toleransi untuk rasa sakit ini. Semaleman itu bangun, tidur, bangun lagi karena rasa sakitnya terasa, tapi masih bisa tidur dengan nyenyak beberapa jam.


Rabu, 22 Maret 2017
di rumah

Pagi - pagi keluar gumpalan darah berwarna merah kecoklatan, seperti menstruasi pada umumnya hanya saja lebih banyak. Setiap kali buang air kecil aku selalu ganti pembalut, supaya bersih.

23.00 WIB - 02.30 WIB
Rasa sakitnya agak intens tapi lebih ringan dari yang malam sebelumnya. Lagi - lagi aku bosan dengan sakit dan panasnya yang terpusat pada satu tempat.


Kamis, 23 Maret 2017
di rumah

Pada siang dan sore hari ada gumpalan yang cukup besar yang keluar. This is it. Aku merasa sudah mulai bersih dan sangat yakin bisa bersih total tanpa perlu lagi dikuret. YAY. Im so excited untuk lihat hasilnya. Oia, selama konsumsi obat untuk meluruhkan itu,  aku juga dibantu dengan pijat ya. Aku sukaaa sekali dipijat dan efek pijatan di tubuhku seperti membantu proses pembersihan karena setelahnya peredaran darahku menjadi lebih lancar dan aku jadi lebih rileks.


Jumat, 24 Maret 2017
di Klinik Sehati

Aku kembali kontrol untuk melihat sampai mana progres kebersihan rahimku. Hasilnya 90% bersih. Thank God. Im so happy. Artinya 3 hari itu berhasillll, yayyyyy. Dan dr. Ong menyampaikan kalau sisanya yang 10% lagi akan keluar seperti menstruasi normal biasanya, karena intinya sudah keluar.

Aku diminta untuk menjaga makananku. Menghindari konsumsi hewan ternak (sapi, ayam, bebek, dll) dan makanan yang diawetkan. Aku harus banyak makan buah, sayur, ikan segar dan juga kacang - kacangan. Beraktifitas dengan normal tapi jangan kecapekan karena aku masuk dalam masa nifas.


Setelah ini aku disuruh untuk kembali konsultasi 3 bulan kedepan (3x menstruasi) untuk program hamil. Yang aku tau kalau prosesnya dengan kuret maka masa pemulihannya bisa sampai 6 bulan. Supaya dinding rahim yang mungkin aja terluka bisa sembuh sempurna dulu sebelum hamil lagi. Tapi lain orang bisa lain ceritanya loh ya.

"For I know the plans I have for you,” declares the LORD, “plans to prosper you and not to harm you, plans to give you hope and a future."
- Jeremiah 29 : 11 -

Sabtu, 25 Maret 2017
di rumah

Lagi duduk santai - santai tiba - tiba aku bersih dan merasakan seperti ada gumpalan darah yang keluar lagi. Fix. Ini pasti yang 10%nya. Lega rasanya.


God grant me the serenity to accept the things I cannot change, the co
Read more at: https://www.brainyquote.com/quotes/reinhold_niebuhr_100884?src=t_god
keep your faith, you keep your trust, you keep
Read more at: https://www.brainyquote.com/quotes/joel_osteen_579036?src=t_god
keep your faith, you keep your trust, you keep
Read more at: https://www.brainyquote.com/quotes/joel_osteen_579036?src=t_god
keep your faith, you keep your trust, you keep
Read more at: https://www.brainyquote.com/quotes/joel_osteen_579036?src=t_god
So, apa yang terjadi setelah 3 bulan ???
Akan aku tulis di blogpost berikutnya yaaaa.

3 bulanku diisi dengan hal - hal yang menyenangkan. Berkegiatan dengan teman - teman blogger dan tentunya lebih aktif di Persit. Aku ngga sedih berkepanjangan atau jadi sensitif tentang kehamilan. Malah lebih positif dan semangat untuk menyongsong hari esok #tsahhhhh. IMHO, jadi orang tua itu SULIT, sangat sulit. Mental dan fisiknya harus kuat, ngga bisa cengeng, ngga bisa sensitif berlebihan. Jadi better siap - siap. Hamil cuma awalan dari babak - babak sulit berikutnya.


Terima kasih sudah mampir :))

DISCLAIMER :
Cerita tersebut adalah pengalaman pribadi saya, yang saya tulis dengan tujuan memberikan gambaran kepada para wanita yang sedang mencari dokter kandungan di daerah Serpong atau yang sedang mengalami keguguran dan mau cari tau bagaimana pengalaman orang lain. Karena saat saya mengalami hal tersebut, saya juga cari informasi dari forum maupun blog - blog lain yang punya cerita sama. Semoga bermanfaat.

Foto dan tulisan yang digunakan pada tulisan ini adalah milik www.ROOSVANSIA.com. Jadi, tidak diperkenankan menggunakan foto - foto dan tulisan tersebut tanpa ijin (dengan alasan apapun) dari www.ROOSVANSIA.com.


CONVERSATION

10 comments:

  1. Alhamdulillah seneng bacanya kalau bisa move on dan terus semangat ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, move on harus dong mba. Segala sesuatu ada hikmahnya.

      Delete
  2. Roos..baru aja 3 hari yang lalu aku ketemu dengan ibu2 di shuttle dan ngobrol yang ujung-ujungnya ngomongin kehamilan. Singkat cerita si ibu menyarankan aku dan suami ke dr. Ong di Klinik Sehati dan si ibu pun sampai ngasi no hp dr. Ong. Daaan pas banget kak Roos nulis ini aku jadi terharu dan yakin harus konsultasi ke dr. Ong. Thanks ya...ditunggu cerita selanjutnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dr. Ong baikkk banget mba. Baik bangettt dan realistis. Senengggg kalau tulisan ini bisa berguna untuk mba Tuty. Beliau memang bidangnya bukan di Fetomarternal (yg biasanya untuk program hamil), tp beliau menguasai bidangnya dengan sangat baik.

      Untuk masalah kehamilan beliau ahlinya, so better cepet - cepet merapat dan bikin janji sama dr. Ong. Next aku cerita tentang kehamilanku. Semoga bermanfaat juga. Terima kasih sudah mampir ya mba Tuty. HUG.

      Delete
  3. Dokternya sabar dan kooperatif ya. Keguguran memang bikin trauma beberapa wanita hamil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangettt. Realistis juga. Jadi kita ngga mandeg meratapi nasip tapi menerima dan bersiap untuk babak berikutnya.

      Delete

Terima kasih sudah mampir ke www.ROOSVANSIA.com, silahkan tinggalkan pesan atau pertanyaannya. So sorry kalau comment yang berisi promosi website, jualan, dsb akan langsung masuk ke SPAM. Have a great day.

You May Also Like
Back
to top