Syarat Menjadi Istri Prajurit (Tentara)

 
Apa sih syaratnya jadi istri prajurit/tentara ?
Susah ngga sih? Katanya ribet? Bener ngga?

Sama seperti kalian, aku juga pernah mencari tau tentang bagaimana dan apa saja sih syarat untuk menjadi istri prajurit (TNI AD). Dari hasil pencarianku, googling sana - sini, aku banyak menemukan blog yang seolah - olah berisi tulisan tentang syarat menjadi istri tentara. Tapi nyatanya bisa dibilang dari berpuluh - puluh blog yang ada, hanya ada 2 - 3 blog yang (menurut aku) ceritanya benar adanya, yang lainnya hanya tulisan sederhana yang kurang dapat menjelaskan prosesnya.

Karena itu aku membuat tulisan ini untuk memberi sedikit gambaran sama kamu yang mungkin sedang menjalani hubungan yang serius dengan tentara dan berencana menikah. Juga untuk kamu yang dalam masa tergila - gila dan terobsesi dengan para pria kece berseragam loreng - loreng hihihihi.

Kamu pasti penasaran gimana sih prosesnya, gimana sih kehidupan setelahnya, memang benar ya kalau jadi istri tentara itu banyak aturannya? ngga boleh ini dan ngga boleh itu?. Iyes, pertanyaan yang sama juga sempat aku tanyakan dalam hati.

Tapi hal pertama yang harus kamu tau adalah : siapapun yang akan mengajukan diri menjadi calon istri prajurit TNI haruslah memenuhi berbagai syarat dan melalui proses yang SAMA (ngga ngaruh kamu anak Jenderal atau petani, kamu anak orang kaya atau miskin, kamu SMA atau S3, dll) semua diperlakukan sama. Calon dan juga keluarganya tidak pernah terlibat dalam gerakan - gerakan pemberontak yang melawan pemerintah, sehat jasmani dan rohani, minimal lulusan SMA (ini kalau ngga salah gunanya untuk kesetaraan pola pikir dengan calon suami deh, supaya keduanya bisa sejalan dan pemikirannya ngga timpang).


 Kegiatan penyemaian tanaman sayur hidroponik di Batalyon

Karena ini adalah pengalaman pribadiku, jadi yang aku akan ceritakan adalah syarat dan proses menikah dengan TNI AD. Jadi untuk aturan TNI AU atau TNI AL peraturannya seperti apa aku kurang tau ya. Beda kesatuan beda juga aturannya.

Jadi plis ya jangan sampe komentarnya : Mba, mau tanya dong, kalau calon aku TNI AL gimana dong mba? Sama ya? *bzzzzzzz sorry to say kalau itu komen ngga akan direspon.

"Mental adalah hal terutama yang harus kamu persiapkan
sebelum memutuskan menikah dengan prajurit TNI"

Sebelum kamu memutuskan untuk menikah dengan tentara, sebaiknya kamu mempersiapkan mental kamu dengan baik. Karena menjadi istri tentara tidak mudah dan bahkan jauhhh lebih sulit dari cerita yang mungkin pernah kamu lihat di sosial media dan kamu pernah baca di blog - blog lainnya (jauh lebih sulit dari yang pernah kamu pikirkan). Persiapannya jauh lebih ribet dan jauh lebih jelimet dan jauhhh lebih detail dari yang dibicarakan orang. Persiapan surat - suratnya harus benar dan rapih dan lengkap sesuai aturan (tidak ada toleransi untuk ini), lalu persiapan fisiknya harus baik (sehat jasmani dan rohani), terakhir persiapan mentalnya harus haruss harusss benar - benar mantap. Malah menurut aku (berdasarkan pengalaman) mental adalah hal yang paling utama untuk dipersiapkan ketika kamu mulai menjalin hubungan serius dengan seorang tentara. 


Lomba Vocal Grup

MENTAL


Ketika menikah dengan seorang tentara itu artinya kita menikah dengan aturan di dalam Tentara Nasional Indonesia. Kita harus turut dan tunduk pada segala aturan yang berlaku di dalam TNI, tidak ada toleransi loh ya hihihihi. NKRI itu yang paling utama dan terutama, keluarga akan jadi yang kesekian.  

Kalau kamu adalah anak cengeng, anak manja, pembangkang, ngga suka aturan, ngga bisa dikasih tau dan egois. Better kamu mengundurkan diri dan cari pacar lain selagi bisa (karena kedepannya kamu bukan hanya akan menyusahkan orang banyak tapi kamu juga akan menyusahkan diri dan masa depanmu sendiri) hahahahhaha.

Kalau kamu suka jadi pusat perhatian, suka dugem, pakai baju - baju yang kekurangan bahan dan berjendela dimana - mana, suka dengan tato, tindik atau suka dengan gaya rambut warna - warni dari pink, ungu sampai grey dan berencana untuk tetap hidup seperti itu. Better kamu langsung balik kanan juga deh.

Karena menjadi istri prajurit TNI AD, artinya bersedia berbagi suami dengan negara. Berbagi suami dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai prajurit. Bersedia mengesampingkan keinginan dan meredam segala ego serta kesenangan pribadi untuk mengabdi dan mengalah dan bersikap sederhana.


Kegiatan penimbangan bayi, batita, balita dan donor darah

Misalnya kamu baru nikah dua hari lalu suami ditugaskan ke perbatasan selama setahun, kamu harus iklas. Misalnya juga kamu lagi hamil tua sementara suami harus melanjutkan sekolah, kamu juga ngga bisa memohon suami untuk nemenin kamu atau kamu yang pergi ngintilin suami. Kalau kamu mau ngemall, nonton film baru pas weekend sementara suami harus menyelesaikan tugas dari Komandan, kamu juga ngga bisa complain. Bosen di Indonesia, lalu kamu mau nonton konser Coldplay di Singapore lalu belanja ke Hongkong, lanjut berkunjung ke Pulau Jeju, kamu harus ijin juga dan melalu berbagai proses. Ngga bisa seenake dewe.


Waduh, segitunya ya?
Iya sist, hidup berat sist hihihihihi

Hidup di lingkungan TNI juga harus sederhana, tidak ada yang berlomba - lomba untuk terlihat lebih menonjol, semuanya sama. Tidak perduli kamu sekaya apa, tapi ketika masuk ke lingkungan TNI kita harus menurunkan ego dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kita. 
  

Kegiatan penyemaian tanaman sayur hidroponik di Batalyon

Sanggup?

Kalau kamu sanggup dengan aturan yang ada, then go a head dan persiapkan kelengkapan surat - suratnya. Tentang surat - surat yang harus dipersiapkan dan apa saja yang perlu kamu lakukan sebelum kamu siap menghadap para pimpinan (siap menghadap loh ya, karena belum tentu juga kamu bisa lanjut untuk proses berikutnya kalau kamu tidak lolos diawal).

Semua calon istri Tentara Nasional Indonesia harus melalui beberapa proses untuk akhirnya bisa mendapatkan surat ijin menikah dari Asisten Personil (untuk Bintara dan Tamtama) atau Panglima (untuk Perwira).

Untuk pengurusan surat ijin menikah bagi TNI AD aku bagi dalam beberapa tahapan supaya lebih gampang dimengerti. Tapi, beda kesatuan, beda wilayah, beda pimpinan bisa juga ada perbedaan cara pengurusan surat - surat loh ya. Jadi keterangan dibawah ini berdasarkan pengalaman aku yang bisa kamu gunakan sebagai gambaran garis besarnya saja. 

TAHAP 1


Mengurus surat - surat pribadi yang menyangkut data dari calon istri. Pastikan semua data - data kamu adalah benar dan sama satu dengan yang lainnya untuk mempermudah kamu lanjut ke proses berikutnya. Kalau misalnya kamu lahir tahun 1990 trus di KTP tertulis 1988 (dipalsuin supaya lebih cepet punya KTP/SIM), better kamu ganti dulu deh yang sesuai dengan akte kelahiran. Umur ngga usah ditua - tuain, tar juga tua sendiri hihhihihi.

Akte kelahiran

Ijazah SD, SLTP, SLTA, Universitas 
Sebaiknya semua surat sudah dilegalisir.

Kartu Tanda Penduduk
Calon istri dan juga KTP ayah dan ibu dari calon istri.

Kartu Keluarga

Keterangan Belum Pernah Menikah
(Formnya bisa kamu minta dari RT, lalu isi sendiri dengan tulisan tangan kamu dan tandatangan diatas materai lalu kamu mintakan tandatangan dari pejabat RT dan RW).

Surat Pernyataan Orang Tua
N1 (surat keterangan untuk menikah)
N2 (surat keterangan asal usul)
N4 (surat keterangan orang tua)
Semua surat ini diurusnya di Kelurahan 

Surat Keterangan Domisili 
(calon istri, ayah calon istri/suami, ibu calon istri/suami)
Surat yang menyatakan bahwa kamu benar - benar berdomisili di kelurahan dan kecamatan sesuai dengan KTP kamu. Suratnya bisa diminta dari pihak kelurahan yang sesuai dengan KTP lalu dan ditandatangani oleh pejabat Lurah. Lalu kamu bawa sendiri surat ini ke kecamatan dan minta tandatangan dari pejabat Camat.

Surat Persetujuan Orang Tua/Wali Calon Istri
(juga untuk Calon Suami)
Surat ini ditandatangani oleh kedua orang tua dan mengetahui pejabat Lurah dan Camat, format suratnya bisa kamu mintakan dr calon suami.

Surat Pernyataan Kesanggupan Calon Suami/Isteri.
Mengetahui pejabat lurah dan ditandatangani oleh calon isteri diatas materai. Kesanggupan untuk menerima dengan sukarela segala akibat sebagai isteri TNI AD, dan juga kesanggupan untuk mematuhi dan tunduk kepada peraturan Perkawinan, Perceraian dan Rujuk yang berada di lingkungan TNI AD. Inget ya, bercerai di lingkungan TNI bukanlah hal yang biasa dilakukan, ada yang bercerai? Ada. Tapi prosesnya jelimet dan konsekuensinya sangat banyak jadi bisa berjalan bertahun - tahun. 

Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
Selain SKCK untuk calon istri, calon istri juga harus mengurus SKCK ayah dan ibu, karena nantinya akan disertakan dengan surat yang lainnya. 

 TAHAP 2


Calon suami akan meminta surat pengantar dari kesatuannya untuk mengurus surat - surat ke Koramil, Kodim, Korem dan Kodam. Kamu harus mendatangi Koramil membawa surat pengantar dari kesatuan calon suami, lalu Koramil akan menerima surat kamu dan mereka akan membuatkan surat pengantar untuk Kodim. Kamu akan disuruh untuk membawa surat pengantar dari Koramil menuju ke Kodim. Kamu harus mengurus sendiri surat - suratnya dan tanpa didampingi oleh calon suami, menggunakan pakaian bebas sopan dan bersepatu. Kalau semua orang yang berkepentingan ada di tempat makan prosesnya tidak lama, hanya saja kalau lokasi Koramil dengan Kodim jauh ya kamu bisa menghabiskan paling tidak 2 hari lah ya.

Setelah itu Kodim akan memberikan surat kepada kamu untuk dikembalikan kepada Koramil. Koramil akan meminta kamu membuatkan semacam surat keterangan tidak terlibat dalam gerakan pemberontakan (G30s PKI dan sejenisnya), kamu juga akan diminta untuk mengisi data tentang keluargamu dari ayah, ibu, serta saudara kandung mereka sampai kepada kakek dan nenek dari kedua orang tua.

Surat Keterangan Tidak Terlibat Gerakan Pemberontak
Ini surat yang paling ribet diurusnya, karena harus ditandatangani oleh beberapa orang. Contoh format suratnya bisa kamu minta dari Koramil dimana calon istri tinggal supaya formatnya sama jadi kamu tidak perlu bulak balik. Tapi surat keterangan domisili ini dikeluarkannya (diketik) oleh Kelurahan kemudian harus ditandatangani langsung oleh pejabat lurah, lalu dibawa ke Kecamatan dan ditandatangani oleh Camat, lalu ke Polsek dan ditandatangani oleh Kapolsek dan terakhir dikembalikan ke Koramil dan ditandatangani oleh Danramil. Surat ini nantinya akan menjadi dasar untuk tahapan yang berikutnya. 
 

Semua tanda tangan sudah dikumpulkan, siap lanjut

Selanjutnya surat itu akan kamu kembalikan ke Koramil dan Koramil akan memberikan surat pengantar untuk kamu kembali ke Kodim dan selanjutnya kamu bisa mengantarkan surat lainnya ke Korem.

Setelah ini, kamu dan calon suami akan datang ke Kodam untuk melakukan berbagai tes tulisan. Pada tahap ini kamu masih menggunakan pakaian bebas rapih (ngga usah pake makeup berlebihan, ngga usah pake perhiasan berlebihan, rambut ngga usah di cat warna warni, biasa aja), sementara itu calon suami menggunakan pakaian dinas.


Banyak kolom isiannya, semua harus diisi dan tidak boleh dibantu calon suami loh ya

Persiapkan diri, tidur yang cukup sebelum pergi ke Kodam, minum air putih yang banyak agar konsentrasinya oke. Siapkan juga pulpen yang enak dan posisikan dudukmu senyaman mungkin. Disini kamu akan diberikan lembar isian data pribadi serta pertanyaan dan jawaban. Semua soal adalah esai dan isinya adalah hal - hal yang berkaitan dengan diri kamu dan NKRI.

Kalau tidak salah, kamu punya waktu sekitar 90 - 120 menit untuk menyelesaikan semuanya. Tangan pegel - pegel pastinya hihihihih. Tetap semangat! Karena masih long way to go. 

TAHAP 3


Waktunya untuk memeriksakan kesehatan jasmani dan rohani. Rumah sakit yang dituju adalah Rumah Sakit Umum TNI AD tergantung dimana lokasi suami berdinas. Misalnya nih ya, suami dinasnya di Malang, yowes kamu diboyong ke Malang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Kalau punya BPJS, monggo disiapkan saja.

Pemeriksaan kesehatan menyangkut pemeriksaan fisik, adalah kelainan fisik, dsb. Lalu lanjut dengan rontgen, kemudian EKG (cek jantung), cek kehamilan, lalu cek darah (apakah calon isteri sehat dan bebas dari HIV, dsb). Hasil dari semua pemeriksaan ini kira - kira seminggu, lalu hasilnya akan dikirimkan langsung ke kantor calon suami.

Pada saat pemeriksaan kesehatan ini, calon isteri sudah menggunakan Pakaian Seragam Kerja (PSK) Persit Kartika Chandra Kirana, lengkap dengan tas dan sepatu yang sesuai dengan aturan Persit, tapi belum boleh menggunakan pin Persit.

NOTE :
Ketika kamu sudah menggunakan PSK Persit, itu artinya kamu HARUS mengikuti aturan untuk penggunaan baju tersebut. Seperti : rambut hitam harus dicepol dengan jepitan hitam polos (tanpa blink2), kalau yang pake hijab monggo gunakan hijab yang sudah tersedia (jika mau menggunakan ciput, ciputnya hitam polos tanpa renda dan modelnya biasa). Lalu TIDAK menggunakan aksesoris apapun selain jam tangan hitam polos. Diperbolehkan menggunakan anting tusuk mutiara polos (tanpa blink2).

Sebaiknya kamu membeli bahan PSK di Seksi Ekonomi Persit dan menjahitkan PSK di penjahit yang sudah biasa menjahitkan pakaian PSK ibu - ibu di Batalyon. Supaya tidak salah model dan ukurannya sesuai. Panjang rok PSK tidak boleh diatas lutut loh ya, tidak boleh junkies dan tidak boleh sempit. Jika tidak sesuai dengan aturan, biasanya kamu akan disuruh jahit ulang. Bahan PSK tidak murah dan tidak mudah didapatkan, uang jahitnya juga tidak murah. Jadi pastikan sesuai aturan.


TAHAP 4


Setelah hasil pemeriksaan dari dokter militer diterima oleh kesatuan tempat suami dan calon isteri dinyatakan layak dan memenuhi syarat, maka calon suami sudah boleh membawa calon isterinya untuk menghadap ke beberapa orang dikesatuannya. 

Mulai saat ini sampai ke proses berikutnya, calon istri diwajibkan menggunakan seragam PSK lengkap dengan tas dan sepatu wedges sesuai aturan Persit, tanpa menggunakan pin Persit. Sedangkan suami menggunakan seragam PDH.


Menunggu Bapak Komandan untuk menghadap di kantor calon suami

Beliau - beliau yang akan kamu temui adalah orang - orang yang berpengaruh dalam Batalyon yang akan mengarahkan kamu untuk menjadi Persit yang baik, agar mampu mendukung suami dalam segala kondisi dan bisa hidup berdampingan dengan baik sesama Persit.

Jangan lupa untuk menggunakan kata - kata yang sopan saat bicara dengan Bapak dan Ibu yang kamu temui. Jangan duduk dulu sebelum dipersilahkan duduk. Gunakan kata - kata "Kami" untuk menyatakan diri sendiri. Gunakan kata - kata "Siap Bapak/Ibu", sebagai pengganti kata - kata iya. Gunakan kata - kata "Mohon ijin Ibu", jika ingin berbicara, menjawab pertanyaan, bertanya, atau menjelaskan sesuatu. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih pada saat dipersilahkan duduk/minum, atau untuk setiap pujian dan saat berpamitan pulang.

TIPS :
Pastikan kamu tau tentang sejarah Persit, tujuan didirikannya Persit, visi, misi, sifat dan watak Persit. Tapi jangan sekedar menghafalkan, tapi paham juga akan arti dan filosofinya. Kamu juga harus hafal dan bisa menyanyikan dengan baik dan benar Hymne Persit dan Mars Persit. 

TAHAP 5


Setelah Komandan ACC, maka proses berikutnya adalah menghadap pada beberapa orang di Kodam/Divisi/Balakpus (sesuai dengan dimana calon suami bertugas).

Kamu akan mengadap dengan membawa berbagai kelengkapan surat - surat, diantaranya :

  • Surat Permohonan Izin Kawin 
  • Surat Pernyataan Pendapat Pejabat Agama 
  • Surat Akte Kelahiran Calon Suami/Isteri 
  • Surat Keterangan Menetap Kedua Orang Tua Calon Suami dan Isteri 
  • Surat Persetujuan dari Bapak/Wali Calon Isteri
  • Surat Pernyataan Kesanggupan Calon Suami/Isteri (bermaterai)
  • Surat Keterangan Personalia yang Menyatakan Status yang Bersangkutan
  • Surat Keterangan Dokter Militer
  • Surat Keterangan Belum Menikah/Janda dari Pamong Praja Setempat
  • Surat Pernyataan dari Kedua Calon Suami/Isteri
  • Surat Keterangan Berkelakuan Baik (Calon Isteri, Orang Tua Calon Isteri, Orang Tua Calon Suami)
  • Melampirkan N1, N2, N4 dari KUA Setempat Sesuai Domisili
  • Pas Foto Ukuran 6 x 9 Berdampingan
  • Surat Keterangan Cerai/Kematian Bagi yang Berstatus Janda/Duda
  • Surat Pernyataan Kesanggupan Merawat Anak Tiri Apabila Calon yang Bersangkutan Janda/Duda Memiliki Anak
  • Surat Keterangan Pindah Agama bagi Calon Pasangan yang Pindah Agama
  • Surat Riwayat Pendidikan
  • Ijazah Pendidikan Terakhir
  • SKHP
  • Surat Pernyataan Calon Suami dan Isteri TTD Dansat
  • Bagi yang Beragama Kristen Protestan (Surat Babtis, Surat Sidi, Surat Keanggotaan Gereja)
  • Bagi yang Beragama Katholik (Surat Babtis/Pemandian, Katekumen (Kalau Belum Dibabtis), Setifikat Kursus Pernikahan dari Gereja)

Kalau menghadap ibu - ibu mungkin bisa lebih santai, tapi kalau menghadap bapak - bapak biasanya lebih gimana gitu. Jangan takut kalau bapaknya agak galak dan kaku, mereka itu tentara. Jadi sangatlah wajar jika pembawaannya seperti itu. Sebelum kamu menghadap bapak - bapak diatas, sebaiknya kamu tau pangkat, nama dan juga jabatannya.

Bersikap biasa saja seperti layaknya kepada orang tua, jadilah calon istri yang sopan dan ramah. Jangan lupa untuk menggunakan kata - kata yang baik dan baku. Jangan lupa juga untuk menghafal nama - nama petinggi di TNI AD dari Bapak Panglima TNI, Kasad dan jajaran dibawahnya. 

TAHAP 6


Hanya calon isteri Perwira yang akan menghadapi tahap ini. Pengalamanku saat aku dan abang lanjut berangkat ke Makostrad untuk menghadap bapak Aspers Kaskostrad (Asisten Personel Kepala Staf Kostrad) dengan membawa surat - surat diatas dan surat ijin menikah yang sudah ditandatangani oleh Panglima Divisi.

Akhir dari perjalanan panjang proses pengajuan nikah dengan perwira TNI AD dibawah Kostrad adalah menghadap ke Kaskostrad (Kepala Staf Kostrad) yang pada waktu itu dijabat oleh Mayor Jenderal TNI Cucu Somantri, S.Sos.

Disini aku sempat ditanya tentang profesinya apa, lalu aku juga bilang kepada beliau kalau aku menulis blog yang aku kelola sendiri. "Blogger? Wah, bagus sekali itu", ujar beliau. Ada rasa bangga ketika bapak petinggi di Kostrad apresiasi dengan profesi blogger hihihihi.


Finally. DONE!

Setelah ini, konsentrasinya adalah pada persiapan pernikahan dan mengurus prosesi pedang pora (kalau calon kamu perwira). Ini ribet juga, karena aku menikah di kota lain. Jadi koordinasi untuk pasukan pedang poranya lebih sulit dibandingkan jika menikahnya di Jakarta dan sekitarnya.

Oia, kamu juga perlu tau kalau surat ijin menikah ini hanya berlaku sampai dengan 6 bulan kedepan dan prajurit TNI itu tidak boleh menentukan tanggal pernikahan sebelum surat ijinnya keluar. 


Kegiatan kunjungan Sekolah TK

Setelah melalui proses yang begitu panjang ini, aku semakin lebih menghargai pernikahan di dalam lingkup TNI AD. Tidak mudah menikah dengan anggota TNI AD (seperti halnya dengan TNI AU, TNI AL dan juga Polisi).

Proses pengajuan nikah barulah awal dari babak baru dalam kehidupan di lingkungan militer. Masih banyak hal yang harus dipelajari, masih banyak penyesuaian yang harus dilakukan, didalam organisasi, bergaul dengan ibu - ibu yang memiliki latar belakang keluarga, budaya, kebiasaan, watak, pendidikan, dll yang berbeda. Setiap hari adalah belajar dan belajar. Next time aku akan cerita tentang kehidupan di dalam asrama ya hihihi.


Kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan

Kamu yang mau jadi Persit, mana suaranya ???
Kalau masih sanggup, silahkan lanjut!
Kalau tidak sanggup, silahkan mundur!

Terima kasih

CONVERSATION

48 comments:

  1. beeuh berat bgt ya mw jd istri tentara. Aku gak akan kuat, huhuhu. Wong ditinggal kuliah smp mlm aja udh nangis bombay, apalagi ditinggal smp tahunan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahahha mba Enny, ayo pegangan sini kalau ngga kuat hahahahhaha. Iya mba, memang berat kalau ditinggal begitu. Tapi apa mau dikata, sudah resikonya hiksssss.

      Delete
  2. Rubet yah Kak persiapan nikah ama tentara.. Pacar aku Polisi dan dia juga bilang persiaoan nikah ribet tapi nggak seribet nikah ama tentara yg pake tes HIV segala.. eh apakah ada entahlah..
    Yang bikin ribet juga karena perwira yah, Kak. Prosesnya lebih sulit.
    Namun setelah nikah lebih lega hahah karena meski Abangnya sering ilang buat tugas, tapi istrinya selalu dijaga.. Negara aja dijaga apalagi istrinyaa 😂😂

    Langgeng selalu Yah Kak dan terus menulis tetang kegiatan persit dan tentara.. Biar orang juga tahu lika liku menjadi bagian TNI.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahhahahaaa, negara aja dijaga, apalagi kamu hahahahhaha. Semangat mba Ajen. Pasti ribet juga, apalagi kamu akan disidang di depan banyak orang dan ibu - ibu Bhayangkari lainnya.

      Jangan lupa minta diajarkan etikanya saat ketemu sama atasan dan senior ya Jen. Aku tunggu cerita pengajuannyaaa hahahahha.

      Delete
  3. berpacaran hingga menikah berikut mengikuti aturannya. Jadi ingat kakak seorang tentara. disiplin bingit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, apalagi ketika sudah masuk dan beraktifitas didalamnya, harus taat dan patuh sama peraturan hihihihi. Terima kasih sudah mampir.

      Delete
  4. Ya allah ribetnyaa....
    Kayaknya lbh susah drpd cari restu orangtua ya? Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahahhaha, iya mba Tia. Kayaknya lebih susah ya hihihihi. Tapi demi cinta, gunung pun kan kudaki, laut kusebrangi hihihihi.

      Delete
  5. Huaaaa panjang, tapi aku nangkep sama apa yang diulas kak Roos. Mudah-mudahan calon2 yg mau nikah sama prajurit tercerahkan dg tulisan ini. Komplit banget

    Btw aku baru tau kalau ternyata jepit rambut aja nggak boleh ada blink2 ya kak, cepolnya jg hrs hitam polos. Aaaakkk aksesoris jg hanya jam tangan. Wuih keren aturannya :) karena semua sama ya di mata tentara, tdk ada kaya dan miskin.

    Thanks sharingnya kak roos aku jd tau

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa Mei, mudah - mudahan bergunaaaa ya. Iyes, semuanya polos - polos aja, lumayan jadi murah meriah hihihii. Simpel, sederhana. Terima kasih yaaa sudah mampir.

      Delete
  6. Kalau aku mungkin tak sanggup ka roos... mungkin ngikutin tes buat jadi istri tentara sih bisa diusahakan tapi pas nanti beneran jadi istrinya trus ditinggal-tinggal ku tak mauuuuuu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahahhah, demanding banget ya Mir hahhahaha. Kebanyang kan lagi hamil ditinggalin. Nahhh aku nih lagi ditinggalin ujian 2 hari hahhahahaha.

      Delete
  7. wah tulisannya sangat menambah wawasan
    sebelumnya saya tidak pernah membayangkan bagaimana proses pernikahan untuk para abdi negara
    ternyata seperti ini proses nya
    luar biasa
    saya salut dengan didikan para abdi negara ini
    ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Iin, salam kenal. Terima kasih sudah mampir yaaa. Iya, ini sebagian dari proses pengajuannya saja, proses penyesuaian dlm kehidupannya lebih sulit lagi hihihihihi.

      Terima kasih ya mba :* semoga selalu dengan kedisiplinan seperti ini supaya Indonesia jadi lebih baik.

      Delete
  8. Panjaaaaaaaang, ternyata enggak mudah ya mbak? :D
    Iya ya, mental itu penting.
    Saya aja yg suami suka keluar kota (paling lama sebulan) udah mumet apalagi tahunan :D
    Btw Pak Kaskostradnya kece ya tahu apa itu blogger, memberi apresiasi pula :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Panjaanggggg hahahhahaha. Nah itu dia, tapi kalau ditinggal kan ada Persit jadinya ada distractionnya mba. Kapan - kapan aku cerita tentang organisasi Persitnya ya.

      IYES! Beliau pergaulannya luas, update sama hal - hal terkini. Beliau bintang 2 loh mba. Kerennnn yaaaa.

      Delete
  9. berat dan terlihat ribet tapi menyenangkan ya, mbak. Mirip-mirip sama jadi istri polisi, teman saya ada yang cerita juga ribtnya saat proses, tapi menyenangkan setelahnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Uni, perjuangannya seru, berminggu - minggu mengurus ini itu sampai dengan ACC Panglima. Priceless banget.

      Delete
  10. wow, ternyata begini prosesnya to, sampe mikir, ini mau nikah apa daftar CPNS, bawa SKCK dan ijazah segala, mantaplah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, nikah sama prajurit ngga sesimpel daftar CPNS mba :))) komitmennya seumur hidup.

      Delete
  11. Beughhh..persyaratan administrasinya ngeriiii..

    Ada gak sih kejadiannya yang batal gitu di tengah jalan karena gak lolos urusan berkas-berkas gini? Hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihi. Ada mba, yang mentalnya nanggung berenti tengah jalan hihihihi.

      Delete
  12. Ahaaaayyy akhirnya ada yang nulis dengan lengkap kap kappp.. sundul biar Page One Google hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ijin ibuuuuu, terima kasih sudah berkenan mampir. Siap. Ditunggu next post kami ya ibu hihihihihi. Amennnnn. Go Page One haahahhaa.

      Delete
  13. Ya ampun, bacanya aja udah ngos-ngosan, apalagi jalananinnya. Alhamdulillah dpt suami yang cuma diharapkan jadi tentara dengan postur tentara tapi ga jadi tentara beneran....wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahahahhaha Machannnn, kalau udah niat jadinya seru kok mMchan hihihihi. Asikkkk ya badannya ttp oke dan tak perlu berbagi hihihihi.

      Delete
  14. Saya waktu aktif di organisasi wanita sering bergaul dgn ibu ibu persit. Mereka mmg anggun dan terdidik disiplin spt suaminya.
    Pakaiannya sederhana tp ttp cantik dan manis.gaya bicara mereka luwes dan terjaga.trnyata mmg dididik melalui organisasi persit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, terima kasih ya mba. Iya, kalau sudah pakai seragam harus sederhana. Aturannya baku sekali. Semoga kami tetap selalu seperti itu. Terima kasih sudah mampir mba :))

      Delete
  15. Banyaak banget surat-suratnya mbak :D saya ditinggal suami lembur sampai malam aja udah manyun.. huhuhu... hebat para istri prajurit *acung jempol*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehhe, makasihhh mba. Ditinggal lembur bawaannya kangen yaaa hihihi ciye ciye

      Delete
  16. Ternyata prosesnya sangat panjang sekali. Mungkin untuk yang tidak sabaran, bakal nggak kuat di tengah jalan ya mbak... ini baru menikahnya. Aku sudah membayangkan kehidupan sehari-harinya pasti harus selalu disiplin ya mbak... nggak boleh jadi istri yang hobi malas-malasan huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Vindy, panjang dan susah juga. Yang ngga kuat mental lebih tepatnya mba, akan mundur teratur hahahahhaha. Ada dong waktunya bermalas - malasan dan refreshing hihihihi. Atasan juga punya toleransi yang tinggi sama ibu - ibu kok.

      Delete
  17. UUNTUNG GAK NERIMA DINIKAHI,. walo udah PDKT telpon2 nan,, dilarang kesanakemarii capekk dehhh
    HAHAH
    gak sanggup cinn ditinggal2.
    terus wajah2 nya serem2
    cakep paling satu diantara ratusan
    syukur dpt suami karyawan swasta dii consumerGoods
    always ada waktu dan berbagai produk makanan dirumah kwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, setiap orang akan diberikan pasangan yang sepadan sesuai dengan kesanggupan kita. Tuhan baik banget kok :)) kalau kita ngga sanggup, maka ngga akan dikasih prajurit hihihihi.

      Delete
  18. That's why Omaku sangat disiplin banget karena Opaku tentara. Sopan-santun, tata bicara, bahkan di meja makan aja pake aturan table manner. Luar biasa.

    Liat list syarat jadi istri tentara luar biasa banget. Wkwkwkwk. Makanya katanya nikah 3 kali, di kesatuan, agama, dan sah secara negara. Hahaha.

    Kalo ga sanggup "Ragu-ragu? kembali!" Hehehe.

    Semangat selalu dan langgeng ya ka Roos.

    Love,
    Zia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Ziaaaa, salut. Kalau para orang tua (apalagi) yang udah opa sekarang memang luar biasa, mereka lebih sopan, santun, lebih disiplin. Aku ikut bangga.

      Iyessss, hahahahhahaha. Nikah 3x perjuangannya selamanya hahahahha. Terima kasih mba Ziaaaa. MWACH.

      Delete
  19. makin slaut sama ibu2 persit. kalau udah jodoh dan cinta, seribet apapun pasti gkan balik kanan. begitu hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, terima kasih mbaaaa udah jodoh yaaa. Ngga bisa balik - balik kanan lagi hihihihi.

      Delete
  20. Duh surat2nya banyak amat ya hehehe kebayang ribetnya ngurus ktp sendiri aja ribet. Btw kakek sy dr pihak bapak dan ibu sm2 TNI AD tp blm ada anak atau cucunya jd TNI atau dpt mantu TNI hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Rina, banyakkk euy. Rempongs hihihi. Nanti anak - anak mba Rina jadi tentara aja mba. Seruuuu.

      Delete
  21. Berarti saya emang gak cocok jadi istri tentara. Suami ditugasin ke luar kota aja, baru 2 haru udah saya susul hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahhahahaha, disusul mba? Kangen parah yaaa hahahha. Tapi lucu juga sih kalau suaminya tentara trus nyusulin ke tmpt tugas hahhahahah. Kalau di ujung Indonesia gimanaaa hahahhaa.

      Delete
  22. vani kece bangeettttt, duh sabar banget pastinya ya ngurus ini itu hahaha
    demi abang apa yang ngga ya van hihihi <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Olaaaaa hahahah. Komitmen sehidup semati La, ngga main - main hihihihi. Makanyaaaaa maafkan kalau aku syibukkk huhahahahhahaa.

      Delete
  23. Wow luar biasa perjuangannya ya Mbak...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke www.ROOSVANSIA.com, silahkan tinggalkan pesan atau pertanyaannya. So sorry kalau comment yang berisi promosi website, jualan, dsb akan langsung masuk ke SPAM. Have a great day.

You May Also Like
Back
to top