Pencarian Dokter Kandungan TERbaik di Pekanbaru


Hai hai, kali ini aku mau kembali bercerita tentang pengalaman aku hamil, tapi kali ini kehamilan ketiga untuk anak kedua. Jadi pertama kali hamil aku mengalami keguguran karena pertumbuhan janin tidak baik. Kemudian hamil kedua setelah 3 bulan pasca keguguran dan melahirkan anak pertamaku dengan proses operasi sesar.

Anak pertamaku sudah berusia lebih dari 3 tahun, jadinya udah bisalah ya program untuk punya anak lagi. Ngga kerasa banget akan jadi ibu anak 2, karena aku masih selalu merasa muda hihihihi. Btw, semangat muda gini bagus loh untuk membuat hari - hari kamu selalu menyenangkan hihihi.

Setelah diskusi dengan suami, kami sepakat untuk program anak kedua dan mulai melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Sekarang kami tinggal di Pekanbaru karena aku mengikut perpindahan suami ke kota ini. Pekanbaru sendiri bukan kota yang asing untuk aku karena banyak keluargaku yang tinggal disini dan sejak kecil aku juga sering sekali pulang pergi Pekanbaru untuk mengunjungi mereka. So, its oke. Aku seneng - seneng aja.

Pencarian dokter kandungan terbaik (menurut versiku) di Pekanbaru bisa jadi tidak terlalu sulit. Karena kota ini termasuk kota besar yang sudah maju dalam berbagai bidang. Rumah sakit pun berkembang dengan pesat, banyak dan memiliki kualitas yang baik.

Bagi aku yang adalah bagian dari keluarga besar TNI AD, menggunakan BPJS untuk pemeriksaan sakit, kontrol kehamilan, opname, dsb juga sangatlah dimudahkan. Jujur aku kagum dengan cara kerja BPJS di kota Pekanbaru yang sistemnya sangatlah baik. Nice banget.


PROGRAM HAMIL - dr. Amru Sofian, Sp.OG (K). Onk. FAFG

Sebelum hamil anak kedua, aku tidak pernah menggunakan KB untuk mencegah kehamilan. Karena aku mengenal baik dan tau bagaimana cara kerja tubuhku maka aku cukup percaya diri untuk tidak akan hamil meskipun tanpa menggunakan KB.

Tinggal di lingkungan asrama membuat aku banyak mengenal orang - orang baru yang sebagian dari mereka bekerja sebagai petugas kesehatan. Kemudian aku direkomendasikan seorang bidan untuk berkonsultasi dengan dr. Amru Sofian, Sp.OG (K). Onk. FAFG, seorang dokter senior ahli tumor dan kanker di Pekanbaru.

Loh, kenapa harus konsultasi dengan dokter ahli tumor dan kanker ?

Pengalamanku sebelumnya dirawat oleh dr. Ong Tjandra, Sp.OG (K). Onk, aku jadi merasa dokter Onkologi pinter banget dan sangat ahli melihat masalah - masalah yang mungkin saja terjadi dalam kehamilan. Ya, bener saja. Pertama kali aku periksa kandungan ke dr. Amru, beliau menemukan ada kista kurang lebih 4 cm pada indung telur sebelah kiri.

Pada waktu itu aku konsultasi ditemani oleh adek letting, dokter juga namanya dr. Yustisia Ayu Pusparatri yang selalu setia membantuku dalam berbagai hal khususnya urusan kesehatan. Terima kasihhhhhhhh adekku sayang.

Rasanya emang agak shock. Kista. Serem banget, trus gimana nih?

Tapi aku tetep positif thinking dan berusaha untuk tetap tenang dan menerima dengan baik. Karena cuma aku yang bisa mengendalikan diriku dan kalau aku stress jadinya ngga ada untungnya untukku. *supersekali hihihihi.

Aku dan suami dikasih resep obat sama dr. Amru, isinya vitamin untuk membantu supaya tubuhnya siap untuk memiliki keturunan. Obatnya apa aku ngga bisa share disini ya, karena pastinya itu bagian dari privacy dokter.

Saat aku kontrol dengan beliau, beliau menanyakan jenis kelamin anakku yang pertama dan aku sampaikan perempuan. Dokter kayaknya udah bisa nebak kalau kami mau punya anak laki - laki kalau bisa "direkayasa" dan direstui sama Tuhan. Kalau aku pribadi ngga mau dijadikan beban tentang jenis kelamin anak, karena anak itu berkat. Aku selalu berdoa anakku yang kedua nanti selalu sehat, organ tubuhnya sempurna dan dia juga cerdas seperti kakaknya.

Untuk "rekayasa" tersebut aku bisa berbagi tips yang beliau sampaikan untuk membasuh area kewanitaan sebelum berhubungan dan 10 menit setelahnya dengan menggunkana sprite atau coca cola. Logikanya sprite atau coca cola akan membuat area kewanitaan menjadi basa dan kondisi basa akan membantu sperma pembawa jenis kelamin laki - laki bertahan lebih lama. Tetapi itu hanya usaha manusia dan tetap Tuhan yang menentukannya.

Oia, perlu kamu ketahui kalau jenis kelamin anak itu dibawa bukan dari ibu tetapi dari genetik ayah. Karena itu kalau kita nonton drama kerjaan Korea, sering kali kita melihat raja diberikan makanan daging - daging untuk mendapatkan keturunan laki - laki sebagai pewaris tahta kerajaan.

 

POSITIF HAMIL - dr. Befimiroza Adam, Sp.OG

Aku orang yang sangat penasaran masalah tespack, jadi aku memang tespack berulang - ulang sejak program hihihhi. Sampai pada bulan April atau Mei aku tespack dan hasilnya garis dua samar. Yay. Perasaannya kayak yang lalu sih, campur aduk seneng kaget jadi satu.

Karena kepo banget jadi aku sempat mencoba konsultasi ke D'Lima Clinic Jl. Paus No. 120, Tengkerang Tengah, Kec. Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau 28124. Saat itu aku belum tau mau pilih dokter yang mana, jadinya aku coba yang ada aja.

Sebelum kesana ada baiknya bikin janji dulu supaya tau kapan waktu untuk datang. Kliniknya agak rame karena ada bagian kecantikan juga dan aku menunggu kayaknya hampir 1 jam. Lalu aku ketemu dr. Befimiroza Adam, Sp.OG. Dokter perempuan pertama yang pernah aku datangi, masih muda dan juga praktek di RS Syafira, salah satu RS swasta besar di Pekanbaru.

Saat itu kandungan masih kecil, jadi aku melakukan USG transvaginal untuk melihat kondisi janin. So far sih belum ada janinnya ternyata hahahaha. Aku ngeceknya buru - buru banget, ngga sabaran. Ya mungkin karena sebelumnya dibilang ada kista itu ya, jadi agak parno.

Yang terlihat baru kantongnya dan memang sudah ada pembesaran di rahim. Ketika aku tanya "Apakah ada kista, dok?", dokter dengan santainya menjawab "Kalau yang saya lihat ngga ada tuh". Wah, lega banget aku dengan jawaban itu. Even masih dag dig dug tentang keberadaan janin.

Waktu itu aku hanya bayar Rp. 185.000,- (administrasi Rp. 5.000,- dan USG Transvaginal Rp. 180.000,-) karena aku ngga ambil obat - obatannya. GILA. MURAH BANGET. Dibandingkan di Jakarta *hiks. Aku pernah bayar USG Transvaginal sampe Rp. 1.100.000,- disalah satu RS swasta di Jakarta.

 

KONTROL BERIKUTNYA - Dr. dr. Donel Suhaimi, Sp.OG(K)FM

Setelah beberapa minggu aku kembali kontrol, kali ini aku balik lagi ke RSIA Zainab dan konsul dengan dr. Amru Sofian, Sp.OG (K). Onk. FAFG. Konsul di RSIA Zainab ini bisa menggunakan BPJS dan sama sekali tidak bayar.

Sama dr. Amru Sofian, Sp.OG (K). Onk. FAFG dicek kembali tentang janin dan kistanya. Kata beliau kistanya juga sudah ngga ada. Thank God. Lalu aku dikasih 2 jenis vitamin untuk penguat dan vitamin D. Vitaminnya aku ambil yang bagus, jadinya beli sendiri di apotik luar. Tapi kalau mau ambil vitamin dr RS juga bisa dan ngga bayar lagi karena ditanggung BPJS.

Bulan berikutnya aku sempat juga kontrol ke RS Syafira dengan Dr. dr. Donel Suhaimi, Sp.OG(K)FM. Beliau konsulen fetomaternal. Yang ahli dalam diagnosis kelainan, karena sebelumnya kan aku pernah preeklamsia.

"Fetomaternal adalah sub spesialisasi dari bagian kandungan dan kebidanan (obstetri dan ginekologi). Sub spesialisasi ini berfokus pada deteksi dan mendignosis kelainan pada fetal (janin) dan maternal (ibu)."

Beliau belum bisa melihat banyak hal di janin, karena usia kandungan juga masih sangat kecil dan semuanya normal dan tidak ada tanda - tanda kelainan. Dokternya bersih, rapih dan juga ramah. Karena tau aku pernah punya sejarah preeklamsia, dokter menyarankan agar mengurangi konsumsi makanan yang asin.

Aku juga mendaftar lewat aplikasi dan konfirmasi lagi di WA. Tadinya aku sempat salah ambil nomor. Aku kira karena sudah daftar tinggal ambil nomor dan antri, ternyata kalau kita pake BPJS ada costumer service khusus BPJS untuk mendaftarkan.

Untungnya pihak RS Syafira mau banget bantu untuk input data aku dan aku bisa pake BPJS. Hanya saja obat yang aku dapat tidak bisa full karena ada batasannya dr BPJS, tapi ngga jadi masalah karena aku bisa beli diluar. Kalau saat itu aku tidak menggunakan BPJS dan dapat obatnya full, tarifnya sekitar Rp. 700.000,- untuk konsultasi dokter, obat - obatan dan buku kontrol.

 

PINDAH DOKTER - dr. Ihsan Suheimi, Sp.OG

Hari itu aku janjian untuk ke klinik dr. Amru lagi, tapi ternyata hari itu beliau tidak praktek karena satu dan lain hal. Karena beberapa hari sebelumnya aku pernah minum kopi dan akhirnya jantungnya debar - debar, jadi aku takut dan buru - buru menghubungi Klinik Jasmine Fertility Center dengan dr. Ihsan Suheimi, Sp.OG yang terkenal ahli fertilitas.  Untung banget bidannya ramah - ramah dan mau menerima aku sebagai pasien terakhir.

Dokternya ramah dan mau menjelaskan dengan baik apa yang aku dan suami tanyakan. Beliau praktek juga di RS Pekanbaru Medical Center (PMC), milik ayahnya. Kakak beliau dr. Irham Suheimi, Sp.OG juga dokter fertilitas terkenal banget di Jakarta yang sudah sangat berhasil dengan berbagai program bayi tabung. Keren ya, satu keluarga banyak dokternya.

Selama 2x aku konsultasi dengan beliau, komentarnya positif sekali. Anakku aman, ngga ada masalah, organ tubuhnya juga baik dan semua dalam kondisi normal dan sesuai. Beliau juga sudah kasih tau jenis kelamin anakku karena sudah terlihat jelas.


PERENCANAAN MELAHIRKAN - dr. Budi Mulyana, Sp.OG

Aku tuh galau banget mau melahirkan dimana dan sama siapa. Bingung karena kondisi Covid-19 di Pekanbaru juga semakin meningkat. Kebetulan adik - adik lettingku baru melahirkan sesar juga di RS Awal Bros dan satu lagi normal di RS Syafira.

Salah satunya, Wenty pernah positif Covid-19 saat kandungan 7 atau 8 bulan. Duh, jadi makin parno kan harus kemana. Akhirnya yang aman adalah mencari rumah sakit ibu dan anak, yang artinya tidak menerima pasien Covid-19. Salah satunya ada RSIA Budhi Mulya yang sebenernya jadi pilihanku juga tapi entah kenapa belum jadi kesana.

Akhirnya aku daftar lewat WA dengan tujuan ke dr. Jon Madi, Sp.OG(K)FM, tapi pas sampai sana ternyata dokternya baru praktek 2 jam lagi. Akhirnya aku coba ke dr. Budi Mulyana, Sp.OG yang biasanya pasiennya rame banget tapi syukurnya aku berjodoh untuk kontrol dengan beliau. Emang rejekinya adek bayi.


PERENCANAAN MELAHIRKAN - dr. Jon Madi, Sp.OG(K)FM

Bulan berikutnya aku memang merencanakan untuk konsultasi ke dr. Jon Madi, Sp.OG(K)FM karena Yona salah satu adek letting juga lagi hamil dan dari awal kontrolnya di beliau. Nah, Yona sempat kasih tau kalau temennya sesar juga sama beliau dan aman, jahitan bagus, rasa sakit normal. Nice.

Setiap hari Rabu kan ibu - ibu Persit dilingkungan aku latihan tenis dan rasanya aku kangeeen banget pengen main sebentar aja. Eh, tapi kayaknya aku jadi kecapekanya hihihihi dan malemnyanya kok aku kayak merasa adek bayi gerakannya dikit banget (padahal biasanya heboh), jadi jam 20.20 WIB aku langsung ngacir ke RS Budhi Mulia untuk USG.

Aku minta contactnya dr. Jon Madi, Sp.OG(K)FM sama Yona dan aku WA dijalan. Untungnyaaa aku sampe di RS sebelum jam praktek beliau dan aku langsung ditangani dengan baik. Senangnya. Adek bayi aman, semua normal dan gerakannya juga oke.

Waktu itu aku juga sempat tanya tentang rencana sesar lagi di tanggal 03.12 supaya papa dan anak - anak tanggal lahirnya sama. Tapi dokter bilang :

"Kalau saya bilang bagusan tanggal 02 saja, jadi 02.12.2021, tuh cantik"

Hahahha, bener juga ya. Idenya dokter bagussss juga, even dalam hati mamanya pengen banget 12.12.2021 hahahha. Tapi kalau nunggu 12.12 kayaknya kelamaan, tar keburu kontraksi lagi.

Aku senang dengan kondisi RSIA Budhi Mulia yang bersih, baru dan fasilitasnya juga oke. Untuk kamar kelas 2 hanya diisi 2 orang, sementara kamar kelas 1, VIP, President Suit diisi hanya 1 orang saja. Melahirkan dimasa pandemi gini harus selektif dan bijaksana menentukan RS juga, baiknya memilih RSIA yang dikhususkan untuk ibu anak dan tidak menerima pasien Covid-19.

 

METODE ERACS - dr. Zaldi Zaimi, Sp.OG

Sebenarnya aku sudah cukup fix untuk melahirkan di RSIA Budhi Mulia, tapi jadi super galau karena metode ERACS sudah banyak digunakan di Pekanbaru. Di usia kandungan aku yang ke-9 bulan ini, pas banget Ibu Komandan akan serah terima jabatan dengan yang baru. Jadi aku super galau mengingat aku punya tugas dan tanggungjawab yang besar untuk merencanakan rangkaian kegiatan.

Lalu datanglah adek - adek letting yang sudah dan akan melahirkan merekomendasikan dr. Zaldi Zaimi, Sp.OG yang praktek di RS Awal Bros Pekanbaru

Werry : "Kami sama dr. Zaldi mba, bagus. Rencana kami mau ERACS juga mba"

Wenty : "Mba, dr. Zaldi bagus loh mba. Kami 1 minggu sudah buka jahitan. Udahlah mba di Awal Bros aja mba, pake ERACS mba"

Putri : "Iya mba, di Awal Bros aja. Ayolah mba"

Berhubung "setannya" banyak jadi, aku merencanakan untuk konsultasi ke beliau padahal tinggal saat itu tanggal 28 November 2021 dan aku rencana SC tanggal 2 Desember 2021 (H-3 hari gaisss). Tapi ya sudahlah ya, ngga ada salahnya dicoba dengan harapan semoga aku bisa melakukan prosedur ERACS ini dan lebih cepet pulih, karena jujur ada ketakutan untuk melakukan sesar yang kedua sementara suami tidak bisa masuk kedalam ruangan bedah untuk menemani.

Gimana kelanjutannya ?

Jadi sama dokter siapa SCnya ?

 Semua akan aku share di post berikutnya ya. 

See you.

Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir ke www.ROOSVANSIA.com, silahkan tinggalkan pesan atau pertanyaannya. So sorry kalau comment yang berisi promosi website, jualan, dsb akan langsung masuk ke SPAM.

Have a great day.